Beranda / Bisnis / OJK Tegaskan Keamanan Siber Sebagai Fondasi Keuangan Digital

OJK Tegaskan Keamanan Siber Sebagai Fondasi Keuangan Digital

HARIANJABAR.ID- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa keamanan siber dan tata kelola yang kuat merupakan elemen krusial dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem keuangan digital di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk memastikan inovasi teknologi sektor keuangan dapat berkembang secara berkelanjutan dan kredibel.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menekankan bahwa meskipun inovasi menawarkan banyak peluang baru, kredibilitas tetap menjadi kunci utama. Tanpa sistem yang aman, potensi pertumbuhan ekonomi dari sektor keuangan digital akan terhambat oleh risiko ketidakpastian.

Pandangan tersebut sejalan dengan laporan mengenai Keamanan Siber dan Tata Kelola Aset Keuangan yang disusun oleh CPA Australia bersama OJK dan UID Foundation. Laporan ini menyoroti perlunya kerangka regulasi yang pasti serta peningkatan akuntabilitas bagi seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem aset digital.

BACA JUGA  Investasi Menjadi Kunci Generasi Muda Hadapi Jeratan Pinjol dan Paylater

Kolaborasi antarpihak, mulai dari regulator hingga pelaku industri dan akademisi, dinilai sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman siber. Fokus utama yang harus dibangun adalah ketahanan organisasi agar mampu beradaptasi dengan disrupsi teknologi yang terjadi saat ini.

Pentingnya Pengelolaan Teknologi

Anggota Dewan Pembina UID Foundation, Tuti Hadiputranto, menegaskan bahwa masa depan keuangan digital bukan sekadar tentang kecanggihan teknologi semata. Ia berpendapat bahwa keberhasilan ekosistem ini sangat bergantung pada kebijakan dan tata kelola yang diterapkan oleh penggunanya. “Masa depan keuangan digital tidak ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang kita miliki, melainkan seberapa bijak kita mengelolanya,” ujar Tuti saat memberikan pandangannya pada Senin (19/10/2026).

BACA JUGA  12 Profesi Bergaji Tinggi yang Akan Banyak Dicari Hingga 2034

Senada dengan hal tersebut, Chief Executive Officer CPA Australia, Chris Freeland, menambahkan bahwa dunia bisnis kini menghadapi tantangan teknologi yang signifikan. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas profesional menjadi keharusan guna menjaga kepercayaan serta memastikan pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang berkelanjutan.

Tag: