HARIANJABAR.ID- Pemerintah Kota Bandung tengah menginisiasi pembangunan Museum Musik Indonesia sebagai pusat pelestarian sejarah serta perkembangan industri musik tanah air di Bandung.
Langkah strategis ini diambil sebagai tindak lanjut dari hasil diskusi antara Wali Kota Bandung M Farhan dengan Menteri Kebudayaan Fadli Zon guna menyediakan ruang edukasi bagi masyarakat mengenai perjalanan musik nasional. Pemerintah Kota Bandung saat ini sedang melakukan pemetaan lokasi potensial agar pembangunan museum tersebut berjalan maksimal dan tepat sasaran.
Wali Kota Bandung M Farhan , Selasa (6/10/2026), menjelaskan bahwa koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan untuk mematangkan rencana tersebut. Hingga saat ini, pihak Pemerintah Kota Bandung masih membuka ruang masukan dari publik untuk memastikan pemilihan lokasi maupun konsep museum dapat memberikan manfaat luas bagi pelestarian budaya musik di Indonesia.
Dalam proses perencanaannya, pemerintah daerah berkomitmen melibatkan berbagai pihak terkait, mulai dari musisi, komposer, hingga pelaku industri kreatif. Pelibatan para ahli ini diharapkan mampu menciptakan narasi sejarah yang menarik dan edukatif di dalam museum tersebut.
Opsi Lokasi Strategis
M Farhan mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengusulkan beberapa lokasi potensial yang dapat digunakan untuk menampung koleksi sejarah musik Indonesia. Beberapa bangunan yang masuk dalam pertimbangan di antaranya adalah Gedung Radio City, Bioskop Dian, serta Rumah Musik Harry Roesli.
Meski beberapa titik telah diusulkan, pihak Pemerintah Kota Bandung menegaskan bahwa status lokasi tersebut masih bersifat sementara. Keputusan resmi baru akan diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek serta masukan dari masyarakat.
Lebih lanjut, museum ini nantinya tidak hanya difungsikan sebagai ruang penyimpanan koleksi benda bersejarah semata. Pemerintah menargetkan museum tersebut dapat menjadi wadah untuk memperkenalkan tokoh-tokoh penting dalam industri musik kepada generasi masa kini melalui narasi yang menarik, ujar M Farhan.
Konsep komprehensif terus disusun bersama para komposer, musisi, dan pelaku industri untuk memastikan museum dapat menjadi pusat edukasi yang relevan, tambah M Farhan.










