HARIANJABAR.ID- Farizon Auto resmi mengawali perakitan kendaraan komersial berbasis listrik secara lokal di fasilitas milik Handal Indonesia Motor (HIM), Purwakarta, Jawa Barat. Langkah strategis ini dilakukan perusahaan untuk memperkuat ekosistem industri transportasi ramah lingkungan sekaligus mendukung target mobilitas berkelanjutan di Indonesia pada Kamis (13/8).
Perakitan kendaraan ini menandai babak baru bagi operasional Farizon di Tanah Air melalui skema knock down. Perusahaan berkomitmen untuk terus menjalin sinergi manufaktur dalam jangka panjang guna memenuhi kebutuhan pasar domestik.
“Hari ini kita bersama-sama menyaksikan kendaraan pertama dari pabrik KD (knock down) Farizon New Energy Commercial Vehicle di Indonesia,” ujar CEO Farizon New Energy Commercial Vehicle Group, Mike Fan, di Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (13/8).
Lebih lanjut, Mike menegaskan bahwa kehadiran mereka tidak sekadar untuk memasarkan produk, melainkan untuk membangun jejak industri yang kuat. “Dalam membangun pasar Indonesia, tujuan kami bukan hanya sekadar menghadirkan produk, tetapi juga membangun kehadiran kuat dan berkelanjutan di Indonesia,” tutur Mike pada Kamis (13/8).
Spesifikasi Unit Van V8E
Model perdana yang diproduksi secara lokal ini adalah Farizon V8E, sebuah kendaraan jenis van yang sebelumnya telah diperkenalkan pada April 2026. Kendaraan ini dirancang dengan dimensi panjang 5.395 mm, lebar 1.820 mm, serta tinggi 1.985 mm, dengan jarak sumbu roda mencapai 3.600 mm.
Untuk sektor performa, Farizon V8E dibekali dengan baterai lithium iron phosphate berkapasitas 65 kWh. Sistem penggerak listrik tersebut mampu menghasilkan tenaga hingga 110 kW dengan torsi mencapai 220 Nm.
Dalam kondisi beban maksimal, van listrik ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 310 kilometer. Total berat operasional unit ini mencapai 3.500 kg, menjadikannya pilihan kendaraan komersial yang mumpuni untuk kebutuhan logistik perkotaan.
“Unit V8E pertama yang hari ini berhasil keluar dari lini produksi merupakan hasil berharga dari kerjasama yang erat dan upaya bersama dari kedua belah pihak,” ungkap Mike pada Kamis (13/8). Pihaknya optimistis bahwa kehadiran model ini akan mendukung transformasi mobilitas masa depan yang lebih hijau di Indonesia.











