HARIANJABAR.ID- Pemerintah Indonesia akan segera membuka proses tender untuk pembangunan tujuh proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total kapasitas mencapai 4,7 gigawatt peak (GWp) yang tersebar di sejumlah wilayah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya akselerasi transisi energi nasional yang pelaksanaannya melibatkan sektor swasta dan pemerintah.
Ketujuh lokasi proyek tersebut mencakup PLTS Purwakarta, Jatiluhur, Cirata, Jatigede, Madura, Gilimanuk, serta Buleleng. Dalam pelaksanaannya, proyek ini diprioritaskan bagi perusahaan pembangkit listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) yang mampu memberikan penawaran harga kompetitif.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa tim terkait telah menerima arahan untuk mengutamakan keterlibatan sektor swasta. Prioritas kepada pihak swasta ini ditekankan sebagai langkah pertama dalam proses lelang proyek tersebut, ungkap Bahlil dalam peluncuran Program PLTS 100 GWp, Selasa (25/8/2o26) di Gilimanuk, Bali
Bahlil menambahkan, apabila nantinya tidak ada perusahaan swasta yang berminat atau tidak mampu menawarkan harga yang kompetitif, maka pemerintah akan mengambil alih proyek tersebut. Pengambilalihan ini nantinya dilakukan melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dengan skema pembiayaan yang efisien dan efektif.
Daftar Lokasi Proyek PLTS
Berdasarkan data pemerintah, berikut adalah rincian tujuh lokasi pembangunan PLTS yang akan segera ditenderkan:
- PLTS Purwakarta di Jawa Barat, memanfaatkan lahan Bank Tanah dengan kapasitas 69 MWp.
- PLTS Jatiluhur di Jawa Barat dengan kapasitas 1.688 MWp.
- PLTS Cirata di Jawa Barat dengan kapasitas 1.250 MWp.
- PLTS Jatigede di Jawa Barat dengan kapasitas 636 MWp.
- PLTS Madura di Jawa Timur dengan kapasitas 605 MWp.
- PLTS Gilimanuk di Bali dengan kapasitas 300 MWp.
- PLTS Buleleng di Bali dengan kapasitas 118 MWp.
Proyek ini merupakan kelanjutan dari Program PLTS 100 GWp yang dicanangkan pemerintah untuk dikerjakan secara masif dalam tiga tahun mendatang. Sebagai tahap awal, peluncuran program dan peletakan batu pertama atau groundbreaking telah dilaksanakan di Gilimanuk.












