HARIANJABAR.ID- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mencatat penyaluran kredit sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah tersebut menembus angka Rp192,63 triliun hingga Juni 2026. Pertumbuhan positif sebesar 1,47 persen secara tahunan ini didistribusikan kepada lebih dari 3,4 juta debitur yang tersebar di berbagai kota dan kabupaten se-Jawa Barat.
Meskipun total nilai pembiayaan mengalami peningkatan, data OJK menunjukkan adanya penurunan jumlah rekening penerima kredit sebesar 3,07 persen menjadi 3.475.863 rekening. Tren ini dipicu oleh kontraksi pada segmen mikro sebesar 2,56 persen, yang berbanding terbalik dengan segmen kecil yang tumbuh 6,77 persen serta segmen menengah sebesar 2,58 persen.
Kepala OJK Jawa Barat, Darwisman, menilai dinamika tersebut merupakan sinyal positif terkait peningkatan skala bisnis pelaku usaha lokal. Menurutnya, pergeseran angka ini menunjukkan adanya proses transformasi usaha dari skala mikro menuju segmen yang lebih besar.
Pertumbuhan signifikan pada segmen kecil dan menengah mengindikasikan banyak pelaku usaha lokal yang mulai melangkah naik kelas, meskipun penyaluran di segmen mikro terkontraksi, ujar Darwisman, Jumat 7 Agustus 2026.
Dominasi Kredit UMKM di Jawa Barat
Berdasarkan data pemetaan wilayah, Kota Bandung mencatatkan diri sebagai penerima kredit UMKM terbesar di Jawa Barat dengan total nilai mencapai Rp24,70 triliun. Berikut adalah lima wilayah dengan realisasi penyaluran kredit UMKM tertinggi hingga periode Juni 2026:
- Kota Bandung: Rp24,70 triliun
- Kota Bekasi: Rp17,18 triliun
- Kabupaten Bogor: Rp16,78 triliun
- Kabupaten Bekasi: Rp13,72 triliun
- Kabupaten Bandung: Rp13,18 triliun
Dalam upaya menjaga tren pertumbuhan tersebut, OJK terus berkomitmen mendorong efisiensi perbankan dalam menyalurkan pembiayaan. Selain itu, lembaga ini aktif memberikan pendampingan akses keuangan yang berkelanjutan bagi para pelaku UMKM di seluruh daerah.
Kami optimistis sinergi antara regulator dan lembaga jasa keuangan akan memperluas akses pembiayaan yang sehat dan merata di seluruh wilayah Jawa Barat, tutur Darwisman pada Jumat 7 Agustus 2026.











