HARIANJABAR.ID- Perum Bulog Kanwil Jawa Barat memastikan ketersediaan cadangan pangan di wilayah tersebut dalam kondisi aman dengan total stok beras mencapai 847 ribu ton. Langkah ini dilakukan untuk menjamin kebutuhan masyarakat sepanjang tahun 2026 hingga memasuki musim panen berikutnya.
Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Barat, Nurman Susilo, mengungkapkan bahwa kecukupan cadangan beras pemerintah ini merupakan hasil dari penyerapan yang masif di tingkat petani. Keberhasilan ini didorong oleh peningkatan produksi padi di Jawa Barat selama tahun 2025 yang tercatat naik sebesar 18,54 persen atau setara dengan 10,23 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).
Hingga pertengahan tahun 2026, Bulog Jawa Barat telah merealisasikan penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) sebanyak 1.160.873 ton serta 3.069 ton beras. Jika dikalkulasikan, total akumulasi tersebut setara dengan 596.896 ton beras.
“Produksi padi Jawa Barat yang meningkat menjadi bukti bahwa sektor pertanian kita terus tumbuh. Bulog hadir untuk memastikan hasil produksi petani dapat terserap dengan baik sekaligus menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan kebutuhan masyarakat,” ujar Nurman saat memberikan keterangan pada Selasa (28/7/2026).
Strategi Penyerapan Gabah Petani
Dalam upaya memperkuat cadangan pangan, Bulog menerapkan kebijakan pembelian gabah sesuai dengan standar Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Perusahaan menetapkan harga sebesar Rp6.500 per kilogram untuk kualitas GKP dan membuka akses yang luas bagi seluruh petani lokal tanpa adanya batasan kuota.
Nurman menegaskan bahwa petani tidak perlu merasa khawatir terkait pemasaran hasil panen mereka. Pihaknya memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi petani untuk menjual gabah melalui jaringan satuan kerja Bulog maupun mitra penggilingan yang telah bekerja sama secara resmi.
Besarnya volume cadangan pangan saat ini sekaligus memperkokoh posisi Jawa Barat sebagai lumbung pangan nasional yang strategis. Kondisi ini diharapkan mampu meredam gejolak harga di pasar serta memastikan stabilitas pasokan beras di tingkat konsumen tetap terjaga dengan baik.
“Stok yang kami miliki saat ini lebih dari cukup. Kami terus menjaga ketersediaan agar masyarakat Jawa Barat mendapatkan kepastian pasokan beras dengan harga yang stabil,” pungkas Nurman.












