Beranda / Nasional / Kematian Dokter Muda Siti Zahra Memicu Desakan Evaluasi Total Program Internship

Kematian Dokter Muda Siti Zahra Memicu Desakan Evaluasi Total Program Internship

HARIANJABAR.ID- Dunia medis Indonesia kembali diselimuti duka mendalam setelah dr. Siti Zahra Maghfira ditemukan meninggal dunia usai terjatuh dari lantai 18 apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, pada Minggu, 26 Juli 2026. Peristiwa tragis yang menimpa peserta Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) di RS Sentra Medika Cisalak ini menambah daftar panjang dokter muda yang wafat dalam kurun waktu enam bulan terakhir.

Kematian dr. Siti Zahra menjadi sorotan tajam karena merupakan kasus keenam dokter internship yang meninggal dunia sepanjang Februari hingga Juli 2026. Situasi ini memicu reaksi dari berbagai kalangan medis yang menuntut adanya perhatian serius terhadap beban kerja dan kesejahteraan para tenaga kesehatan muda di seluruh Indonesia.

Terkait insiden tersebut, pihak kepolisian hingga kini masih melakukan pengumpulan keterangan serta barang bukti untuk mendalami penyebab pasti kematian korban. Kapolsek Pancoran, Komisaris Polisi Mansur, menjelaskan bahwa berdasarkan penyelidikan sementara, korban diketahui tinggal bersama ibunya di unit apartemen tersebut sebelum kejadian berlangsung pada Minggu, 26 Juli 2026.

Pihak keluarga sempat mengajak korban pergi ke mal, namun dr. Siti Zahra memilih untuk tetap berada di dalam unit apartemen. Hingga saat ini, pihak berwenang belum memberikan kesimpulan final terkait motif atau kronologi pasti dari jatuhnya korban.

Evaluasi Menyeluruh Program Internship

Menanggapi rentetan kematian dokter peserta program internship, seorang dokter bernama Radietya Alvarabie melalui unggahan di media sosial Threads mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi besar-besaran. Ia menegaskan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat bagi pihak-pihak terkait untuk saling menyalahkan atas kejadian yang beruntun tersebut.

Menurut Radietya, evaluasi harus mencakup seluruh elemen yang terlibat dalam penyelenggaraan program, mulai dari rumah sakit atau puskesmas sebagai wahana pendidikan hingga Komite Internship. Ia menekankan perlunya keterlibatan aktif dari instansi seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta dinas kesehatan setempat yang menjadi lokasi penempatan para dokter tersebut, saat memberikan tanggapan terkait kondisi program internship pada Senin, 27 Juli 2026.

Tag: