Beranda / Pendidikan / Tim Pengabdian Terapkan Inovasi Smart Machida Hydroponic pada Gapoktan Gentariksa Tasikmalaya

Tim Pengabdian Terapkan Inovasi Smart Machida Hydroponic pada Gapoktan Gentariksa Tasikmalaya

HARIANJABAR.ID – Guna mendukung dan meningkatkan ketahanan pangan masyarakat, tim pengabdian kepada masyarakat sukses melaksanakan sosialisasi dan pelatihan penerapan teknologi mutakhir bertajuk “Implementasi Smart Machida Hydroponic Berbasis Otomasi Nutrisi dan Pemasaran Digital”.

Kegiatan yang menyasar mitra Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Gentariksa ini dilaksanakan pada Kamis, 23 Juli 2026. Acara tersebut berlangsung di basis kelompok tani yang berlokasi di Kampung Condong RT 001/RW 004, Kelurahan Setianagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Program pengabdian yang telah berjalan sejak Mei 2026 ini merupakan langkah konkret akademisi dalam memberikan solusi nyata bagi sektor pertanian perkotaan (urban farming). Proses riset, pembuatan alat berbasis otomasi nutrisi, hingga perancangan strategi pemasaran digital telah digodok secara matang sejak bulan Mei lalu sebelum diimplementasikan langsung kepada petani mitra.

Tim pengabdian ini diketuai oleh Prama Permana, dengan dua anggota dosen ahli yakni Mohammad Syarif Al Huseiny dan Nadya Glaudira. Untuk mendorong kolaborasi lintas generasi, program ini juga melibatkan dua mahasiswa secara aktif, yaitu Adityo Pratama Nugraha dan Muhammad Waliyyuddin Annu.  Prama Permana selaku ketua tim menjelaskan bahwa inovasi “Smart Machida Hydroponic” dirancang untuk menyelesaikan dua kendala utama petani hidroponik: efisiensi perawatan dan perluasan pasar.

“Dengan sistem otomasi nutrisi, pemberian nutrisi pada tanaman hidroponik menjadi lebih presisi, menghemat waktu, dan menekan biaya operasional. Selain itu, kami juga membekali Gapoktan Gentariksa dengan pelatihan pemasaran digital agar hasil panen mereka memiliki daya saing tinggi dan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas, tidak hanya terpatok pada pasar tradisional,” jelas Prama.

Antusiasme terlihat dari para anggota Gapoktan Gentariksa saat mempraktikkan langsung cara kerja alat otomasi dan simulasi penjualan melalui platform digital. Inovasi ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang terhadap kemandirian ekonomi petani dan ketahanan pangan di wilayah Tasikmalaya. Kesuksesan implementasi teknologi tepat guna ini tentu tidak lepas dari dukungan berbagai pihak terkait.

“Kami selaku tim pengabdian mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Siliwangi (Unsil) atas fasilitas dan dukungannya. Ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya juga kami sampaikan atas pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026,” pungkas Prama.

Tag: