HARIANJABAR.ID- PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di seluruh wilayah Indonesia mulai Minggu, 19 Juli 2026. Kebijakan penurunan harga yang mencakup produk Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite, serta Avtur ini diambil sebagai langkah evaluasi berkala terhadap perkembangan harga minyak dunia dan stabilitas perekonomian nasional.
Keputusan tersebut mencakup pertimbangan mendalam mengenai aspek fiskal serta daya beli masyarakat agar tetap terjaga di tengah dinamika pasar energi global. Penyesuaian ini diberlakukan secara efektif di seluruh jaringan SPBU yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Pihak perusahaan menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari mekanisme rutin yang mengikuti regulasi pemerintah dalam penetapan harga bahan bakar. Penurunan harga ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para pengguna BBM nonsubsidi di seluruh tanah air.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, memberikan penjelasan mengenai landasan perubahan harga tersebut. “Sesuai yang kita ketahui, penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah,” ujar Kitty pada Minggu (19/07/2026).
Rincian Penurunan Harga BBM
Berdasarkan penyesuaian terbaru yang diberlakukan per tanggal 19 Juli 2026, Pertamax Turbo mengalami penurunan harga yang cukup signifikan. Harga produk tersebut kini dipatok pada angka Rp19.300 per liter dari sebelumnya sebesar Rp20.750 per liter, yang berarti terdapat selisih penurunan sebesar Rp1.450 per liter.
Selain Pertamax Turbo, Pertamina juga melakukan penyesuaian harga untuk produk lainnya yakni Pertamina Dex dan Dexlite. Tercatat, penurunan harga terbesar terjadi pada produk Pertamina Dex yang menyentuh angka sekitar 15 persen dari harga sebelumnya.
Perusahaan menegaskan bahwa evaluasi harga akan terus dilakukan secara berkala. Hal ini bertujuan untuk memastikan kebijakan harga BBM tetap relevan dengan fluktuasi harga minyak di pasar global serta menjaga ketersediaan stok bagi masyarakat.












