HARIANJABAR.ID – Dalam upaya memperkuat daya saing sekolah Muhammadiyah sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pendidikan, Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bandung menggelar In House Training (IHT) bertema “Service Excellence: Strategi Mempertahankan Keunggulan Sekolah dan Sukses SPMB Naik 200%”.
Pelatihan yang diikuti oleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan jajaran manajemen dari seluruh sekolah Muhammadiyah di Kota Bandung tersebut diselenggarakan dalam dua gelombang, yakni 1–2 Juli 2026 dan 3–4 Juli 2026. Pembagian sesi dilakukan agar proses pelatihan berlangsung lebih efektif, interaktif, dan memberikan ruang pendampingan yang optimal bagi seluruh peserta.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bandung, Musa Muhammad Ahmad, M.E.Sy. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini menuntut sekolah tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan yang profesional, cepat, ramah, dan berorientasi pada kepuasan peserta didik serta orang tua.
“Keunggulan sekolah hari ini bukan hanya diukur dari prestasi, tetapi juga dari kualitas pelayanan. Sekolah Muhammadiyah harus menjadi pilihan utama masyarakat karena mampu memberikan pengalaman pendidikan yang terbaik, berkarakter, dan berkemajuan,” ujarnya.
Sebagai narasumber utama, Mulyana yang juga merupakan anggota Tim Penjamin Mutu Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengajak seluruh peserta membangun budaya service excellence sebagai bagian dari transformasi sekolah. Menurutnya, pelayanan yang unggul akan melahirkan kepuasan, loyalitas, serta rekomendasi positif dari masyarakat yang pada akhirnya berdampak langsung terhadap peningkatan jumlah peserta didik baru.
“Sekolah yang mampu memberikan pelayanan terbaik akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan masyarakat. Kepuasan orang tua dan peserta didik merupakan promosi yang paling efektif dalam meningkatkan SPMB,” ungkapnya.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Bandung, Maman Lukmanul Hakim, M.Ag., menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi besar Majelis dalam memperkuat budaya mutu di seluruh sekolah Muhammadiyah. Fokus penguatan tidak hanya pada aspek akademik, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan, tata kelola sekolah, komunikasi publik, serta penguatan citra lembaga.
Sementara itu, Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Bandung, Jiwa Marisya Amsor, M.Pd., menyampaikan bahwa seluruh materi pelatihan dirancang agar dapat langsung diimplementasikan di sekolah masing-masing. Melalui program ini, Majelis berharap lahir budaya pelayanan yang menjadi identitas sekolah Muhammadiyah di Kota Bandung.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Bandung optimistis seluruh sekolah Muhammadiyah mampu mempertahankan keunggulan yang telah diraih sekaligus mewujudkan target peningkatan capaian Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) hingga 200 persen. Langkah ini diharapkan semakin memperkokoh posisi sekolah-sekolah Muhammadiyah sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul, berkemajuan, dan menjadi pilihan utama masyarakat di Kota Bandung.












