HARIANJABAR.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung melaporkan sebanyak 136 kejadian gempa bumi telah mengguncang wilayah Jawa Barat dan sekitarnya selama periode Mei 2026. Ratusan aktivitas seismik tersebut terdiri dari berbagai skala kekuatan dan kedalaman yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif.
Berdasarkan data yang dihimpun, kekuatan getaran paling besar yang terekam mencapai 4,6 magnitudo, sedangkan guncangan terkecil berada pada angka 0,8 magnitudo. Dari total keseluruhan peristiwa tersebut, tercatat ada 11 kejadian gempa bumi yang getarannya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Edi Wibowo, memaparkan bahwa mayoritas gempa yang terjadi merupakan kategori gempa dangkal. Secara statistik, terdapat 121 kejadian dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer dan 15 kejadian lainnya memiliki kedalaman menengah antara 60 hingga 300 kilometer.
Mengenai letak titik pusat gempa atau hiposenter, BMKG mencatat 65 kejadian berpusat di wilayah laut dan 71 kejadian lainnya berada di darat. “Dari 136 kali kejadian, guncangan gempa bumi terbesar yang tercatat adalah 4,6 magnitudo dan yang terkecil 0,8 magnitudo,” kata Edi Wibowo di Bandung.
Distribusi Aktivitas Gempa dan Imbauan Keselamatan Masyarakat
Salah satu aktivitas seismik yang cukup menonjol terjadi pada 21 Mei 2026 di Kabupaten Pangandaran dengan kekuatan 4,6 magnitudo. Getaran dari peristiwa tersebut dilaporkan terasa hingga ke beberapa wilayah lain seperti Kabupaten Garut, Ciamis, dan Tasikmalaya.
Edi menjelaskan bahwa lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya menunjukkan bahwa rangkaian gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal. “Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ungkapnya.
BMKG memberikan rekomendasi kepada warga untuk menghindari bangunan yang menunjukkan tanda-tanda retak atau kerusakan pascagempa. Masyarakat juga diingatkan untuk tetap tenang dan selalu mengikuti instruksi resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta memverifikasi informasi melalui kanal resmi BMKG.
“Kami mengimbau jika terjadi gempa bumi masyarakat diminta untuk tenang, waspada, serta tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab,” pungkas Edi Wibowo.











