HARIANJABAR.ID – Instagram kini tengah menguji coba aplikasi baru bernama “Instants” yang memungkinkan pengguna berbagi foto yang akan hilang dalam waktu 24 jam. Fitur ini pertama kali dikonfirmasi oleh Instagram pada Kamis (23 April 2026) dan saat ini tersedia di Spanyol dan Italia.
Aplikasi ini dirancang untuk menangkap momen secara instan tanpa proses penyuntingan yang rumit. Pengguna tidak dapat mengunggah foto dari galeri ponsel mereka, hanya dapat mengambil gambar langsung melalui kamera aplikasi. Meskipun teks dapat ditambahkan, modifikasi visual lainnya tidak diperbolehkan. Berbeda dengan citra Instagram yang seringkali menampilkan konten yang terkurasi dan sempurna, Instants bertujuan untuk menghadirkan foto-foto nyata dan spontan.
Instants mengambil inspirasi dari platform media sosial lain yang fokus pada konten otentik dan ephemeral, seperti Snapchat, Locket, dan BeReal. Konsepnya menekankan pada kemudahan berbagi tanpa tekanan, berbeda dengan penekanan Instagram pada konten yang lebih dipoles.
Sebelumnya, Instagram telah menguji coba fitur ini secara internal di beberapa wilayah. Pengguna dapat memilih untuk menggunakan Instants baik melalui aplikasi Instagram standar maupun melalui aplikasi mandiri yang terpisah. “Untuk memberikan cara yang lebih santai bagi orang-orang untuk terhubung dengan teman, kami sedang menguji aplikasi bernama Instants untuk berbagi foto dan video kasual di saat itu juga,” ujar seorang juru bicara. “Kami sedang mengeksplorasi berbagai versi Instants untuk melihat apa yang disukai orang, dan akan mendengarkan komunitas kami.”
Fitur dan Tujuan Aplikasi Instants
Pengguna dapat membagikan foto atau video “instants” mereka kepada pengikut bersama atau daftar “Close Friends” mereka. Daftar ini sama seperti yang ada di aplikasi Instagram. Instants tersedia untuk platform iOS dan Android.
Meskipun Instagram awalnya didirikan untuk berbagi konten antar teman, seiring waktu platform ini menjadi lebih impersonal dengan banyaknya iklan dan kehadiran influencer. Melalui pengenalan aplikasi baru untuk berbagi “tanpa tekanan” dan “saat itu juga”, Instagram tampaknya berupaya kembali ke akarnya. Langkah ini juga merupakan respons terhadap persaingan dari aplikasi yang berfokus pada berbagi ephemeral dan interaksi teman dekat.
Namun, peluncuran Instants ini datang di saat tren berbagi foto tanpa filter dan bertekanan rendah mungkin tidak lagi sepopuler dulu, mengingat popularitas BeReal yang mulai menurun. Selain itu, banyak pengguna yang sudah terbiasa menggunakan fitur Instagram Stories, yang mirip Snapchat, untuk berbagi cepat. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah pengguna akan melihat kebutuhan akan aplikasi terpisah untuk tujuan yang sama. Ke depannya, akan menarik untuk melihat bagaimana Instants akan diterima oleh pasar.












