Beranda / Pendidikan / Pemprov Jabar Bangun 24 Sekolah Baru untuk Pemerataan Akses Pendidikan

Pemprov Jabar Bangun 24 Sekolah Baru untuk Pemerataan Akses Pendidikan

HARIANJABAR.ID –  Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp112,5 miliar untuk membangun 24 unit sekolah baru pada tahun 2026 guna mengatasi kesenjangan akses pendidikan di berbagai wilayah. Langkah strategis ini bertujuan untuk menjangkau daerah yang minim layanan pendidikan sekaligus meningkatkan daya tampung bagi para calon peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya sistematis pemerintah dalam memperbaiki layanan publik di sektor pendidikan. Program ini difokuskan pada penambahan fasilitas fisik yang selama ini menjadi kendala bagi warga di sejumlah daerah pelosok.

Penentuan lokasi pembangunan dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan nyata di setiap wilayah untuk memastikan efektivitas penggunaan sarana tersebut. Fokus utamanya adalah menghilangkan titik-titik yang belum terjangkau layanan sekolah formal agar keadilan pendidikan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Purwanto menjelaskan bahwa penambahan sekolah ini diharapkan dapat menampung ribuan siswa baru yang sebelumnya memiliki keterbatasan pilihan dalam melanjutkan studi. Kapasitas yang lebih besar menjadi kunci utama dalam meningkatkan angka partisipasi sekolah di tingkat menengah dan luar biasa.

Target Operasional Sekolah Baru di Jawa Barat

Fasilitas pendidikan baru ini ditargetkan mulai beroperasi dan dapat digunakan secara fungsional oleh para siswa pada tahun 2027 mendatang. Purwanto menyampaikan bahwa perencanaan matang telah disusun agar proses belajar mengajar dapat segera berjalan setelah fisik bangunan rampung.

“Pembangunan ini diproyeksikan menambah daya tampung sekitar lima ribu peserta didik, dengan pemanfaatan fasilitas yang direncanakan mulai tahun 2027,” jelas Purwanto saat memberikan keterangan mengenai proyek strategis tersebut.

Rincian dari 24 unit sekolah yang akan dibangun mencakup 17 Sekolah Menengah Atas (SMA), 4 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan 3 Sekolah Luar Biasa (SLB). Keberagaman jenis sekolah ini sengaja diprogramkan agar setiap kategori kebutuhan pendidikan masyarakat, termasuk pendidikan khusus, dapat terpenuhi secara adil.

Inisiatif tahun 2026 ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada periode sebelumnya. Pada tahun 2025, pemerintah daerah tercatat telah membangun 12 unit sekolah baru dengan dukungan dana sebesar Rp102,6 miliar yang bersumber dari APBD 2024.

Melalui perluasan jangkauan sekolah di area yang dianggap sebagai blank spot, pemerintah berharap angka putus sekolah dapat ditekan secara signifikan di masa depan. “Tahun ini, Pemprov Jabar kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp112,5 miliar untuk pembangunan 24 unit sekolah baru,” pungkas Purwanto.