HARIANJABAR.ID – Teater Bandung Selatan sukses menggelar pertunjukan musikal Ken Arok karya Saini KM di Gedung Kesenian Sunan Ambu ISBI Bandung pada Sabtu 11 April 2026 lalu. Pementasan ini menghadirkan nuansa magis Kerajaan Singasari yang memikat ratusan penonton dari berbagai kalangan mulai dari pelajar hingga budayawan.
Sutradara pementasan, Shendi Septiandi, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat Bandung terhadap seni teater tergolong sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan padatnya penonton dalam dua sesi pertunjukan yang digelar, yakni pada pukul 13.00 WIB untuk kalangan pelajar dan mahasiswa, serta pukul 19.00 WIB yang dihadiri oleh para seniman serta budayawan setempat.
Produksi skala besar ini melibatkan sedikitnya 29 aktor yang beraksi di atas panggung dengan dukungan lebih dari 50 kru di balik layar. Tim produksi tersebut mencakup penata musik, penata cahaya, hingga tim artistik yang bekerja sama menghidupkan suasana Tumapel di masa lampau.
Pemilihan naskah Ken Arok sendiri bukan tanpa alasan, karena karya Saini KM ini dianggap memiliki kedalaman dalam mengeksplorasi karakter manusia. Naskah tersebut mengupas tuntas dinamika kekuasaan dan kepercayaan yang sangat kental dengan kultur budaya Jawa kuno.
Pesan Moral dan Rencana Lakon Klasik Barat
Shendi menjelaskan bahwa fokus utama pementasan ini adalah menyampaikan pesan mengenai konsekuensi dari setiap tindakan manusia. “Naskah ini berbicara tentang bagaimana persoalan ambisius, persoalan kepercayaan, dan persoalan tahta. Pesan utama yang ingin kami sampaikan adalah bahwa ambisi itu hadir karena adanya kesempatan, dan dosa atau karma itu nyata. Seseorang tidak bisa nego atau mengelak dari karma dengan cara apa pun,” tegasnya seperti dikutip RRI, Selasa (14/4/2026).
Setelah sukses membawakan naskah-naskah yang kental dengan budaya Nusantara, Teater Bandung Selatan kini mulai merancang langkah baru untuk mengadaptasi karya-karya internasional. Mereka berencana untuk keluar dari zona nyaman dengan mencoba memproduksi lakon klasik dari Barat.
“Kami sedang membuka wacana tentang obrolan naskah-naskah luar atau Barat. Selama ini Teater Bandung Selatan selalu dominan memainkan naskah timur, naskah yang kental kultur dan budaya di Nusantara. Kita akan mencoba naskah-naskah lakon yang berasal dari Barat seperti Romeo and Juliet atau cerita-cerita klasik lainnya,” pungkas Shendi.
Kesuksesan pementasan ini juga mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Anggota Komisi VII DPR RI, Eva Monalisa. Dukungan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya pelestarian seni dan budaya melalui panggung teater musikal di Indonesia.












