HARIANJABAR.ID – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,6 yang melanda wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis pagi, 2 April 2026, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka-luka. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyampaikan laporan tersebut dalam rapat koordinasi penanganan bencana yang dilakukan secara daring di hari yang sama.
Suharyanto menjelaskan bahwa data mengenai jumlah korban dan kerusakan bangunan saat ini masih bersifat sementara. Pihak BNPB bersama otoritas setempat masih terus melakukan proses pendataan di lapangan untuk memastikan dampak menyeluruh dari guncangan besar tersebut.
“Kami memperoleh informasi sampai siang ini, jumlah kerusakan, korban, ini masih relatif, masih relatif sedikit begitu. Yang meninggal ada satu, kemudian luka ringan pun ada satu,” kata Suharyanto dalam keterangannya.
Selain menjatuhkan korban jiwa, gempa ini juga memicu kerusakan pada sejumlah infrastruktur di beberapa titik. Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, melaporkan bahwa fasilitas umum di Kota Manado menjadi salah satu area yang terdampak cukup signifikan oleh getaran gempa.
Dampak Kerusakan
Gubernur Yulius Selvanus mengungkapkan bahwa Gedung Olahraga (GOR) KONI di Kota Manado menjadi bangunan dengan tingkat kerusakan paling parah. Gedung tersebut merupakan sarana utama untuk cabang olahraga tinju dan basket di wilayah tersebut.
“Jadi sampai hari ini, kami dapatkan untuk di Kota Manado, yang paling fatal adalah gedung olahraga di KONI. Itu sarana olahraga untuk tinju dan basket. Paling, yang paling parah,” ucap Yulius. Ia menambahkan bahwa gedung tersebut memiliki riwayat kerusakan serupa saat terjadi gempa dua tahun yang lalu.
Selain bangunan olahraga, tercatat ada 25 rumah warga yang mengalami rusak ringan dengan taksiran kerugian mencapai sekitar Rp500 juta. Di wilayah Maluku Utara, tepatnya di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, dilaporkan satu unit tempat ibadah serta dua unit rumah warga juga mengalami kerusakan.
BMKG sebelumnya sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami pasca gempa tersebut, namun kini status peringatan telah berakhir. Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi di sekitar lokasi terdampak.











