Beranda / Kesehatan / Hindari Leher Kaku Saat Mudik: Ini Cara Pakai Bantal Leher yang Benar!

Hindari Leher Kaku Saat Mudik: Ini Cara Pakai Bantal Leher yang Benar!

HARIANJABAR.ID –  Perjalanan jauh seringkali membuat leher terasa pegal, terutama jika terlelap di tengah perjalanan dan posisi kepala tidak tertopang dengan baik. Kebiasaan umum ini bisa jadi disebabkan oleh cara penggunaan bantal leher yang ternyata keliru, sehingga tidak memberikan dukungan optimal dan malah berpotensi menyebabkan kekakuan leher atau istilah ‘tengeng’.

Bantal leher telah menjadi aksesori andalan bagi banyak pelancong untuk meningkatkan kenyamanan selama perjalanan darat maupun udara. Fungsinya krusial untuk menopang leher agar tidak kaku saat tertidur. Namun, ironisnya, meskipun sering dibawa, banyak pengguna yang masih belum memahami cara memakainya secara efektif. Kesalahan dalam memposisikan bantal tidak hanya mengurangi manfaatnya, tetapi juga dapat menimbulkan ketidaknyamanan fisik.

Bukan di Belakang, Ini Posisi Ideal Bantal Leher Menurut Menteri Kesehatan

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, baru-baru ini membagikan tips penting mengenai penggunaan bantal leher yang benar, terutama bagi mereka yang akan menempuh perjalanan jauh, seperti saat mudik Lebaran. Melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram resminya, @bgsadikin, Bapak Budi mendemonstrasikan cara yang dianggapnya lebih tepat untuk memaksimalkan fungsi bantal leher.

Beliau menyoroti kebiasaan umum banyak orang yang meletakkan bagian tebal bantal leher di area belakang leher. “Buat kalian yang mau mudik, apalagi yang perjalanannya lumayan panjang, siapa yang kebiasaan pakai bantal lehernya ditaruh di belakang? Ternyata cara itu keliru! Pantas saja kalau ketiduran kepala kita sering jatuh ke depan dan bikin otot leher jadi kaku atau istilahnya tengeng,” ujar Bapak Budi dalam unggahannya.

Dalam penjelasannya, Bapak Budi mengilustrasikan bahwa posisi kepala yang cenderung jatuh ke depan saat tertidur di perjalanan dapat membebani otot dan sendi leher, menyebabkan rasa pegal dan kaku saat terbangun. Untuk mengatasi hal ini, beliau menyarankan untuk membalik posisi bantal leher.

Cara yang direkomendasikan adalah dengan memposisikan bagian bantalan yang lebih tebal untuk menopang area depan leher atau dagu. Sementara itu, bagian yang memiliki bukaan atau celah seharusnya menghadap ke area belakang leher. Dengan penataan seperti ini, bantal akan memberikan sokongan yang dibutuhkan ketika kepala terayun ke depan saat tertidur. Selain itu, jika kepala miring ke samping, leher juga tetap akan terlindungi berkat bantalan yang tersedia.

“Banyak yang salah kaprah memakai bantal leher dengan bukaan di depan. Mulai sekarang, posisikan bagian tebalnya tepat di bawah dagu kita. Dengan begitu, kepala yang terasa berat saat terlelap tidak akan tertekuk ke bawah dan membebani sendi serta otot leher. Bagian belakang kepala kita toh sudah bersandar aman di kursi kereta,” jelas Bapak Budi.

Manfaat Penempatan Bantal Leher yang Tepat

Penerapan tips sederhana ini dapat memberikan sejumlah manfaat signifikan untuk kenyamanan perjalanan Anda:

  • Mencegah Leher Kaku dan Pegal: Dengan menopang dagu dan leher depan, bantal mencegah kepala jatuh ke depan, mengurangi ketegangan pada otot leher.
  • Mendukung Posisi Tidur yang Lebih Baik: Bantal membantu menjaga kepala tetap pada posisi yang lebih netral, mengurangi risiko pergeseran atau miring yang tidak nyaman.
  • Meningkatkan Kualitas Istirahat: Leher yang tertopang dengan baik memungkinkan tubuh untuk rileks sepenuhnya, sehingga Anda bisa mendapatkan istirahat yang lebih berkualitas selama perjalanan.
  • Mengurangi Risiko Cedera Ringan: Posisi kepala yang buruk saat tertidur dapat menyebabkan nyeri leher akut. Penggunaan bantal yang benar meminimalkan risiko ini.

Dengan mengadopsi cara penggunaan bantal leher yang direkomendasikan oleh Menteri Kesehatan, perjalanan jauh Anda, terutama saat mudik, diharapkan akan menjadi lebih nyaman dan bebas dari rasa pegal. Pastikan untuk mempraktikkan penempatan bantal yang tepat ini agar Anda bisa tiba di tujuan dengan kondisi prima.

Tag: