Beranda / Bisnis / Harga Avtur Meroket Berpotensi Kerek Tarif Tiket Pesawat

Harga Avtur Meroket Berpotensi Kerek Tarif Tiket Pesawat

HARIANJABAR.ID –  Pertamina resmi menaikkan harga bahan bakar pesawat atau avtur di seluruh bandara Indonesia mulai 1 Mei 2026 akibat gangguan distribusi energi global yang dipicu konflik di Timur Tengah. Kebijakan penyesuaian harga ini menyasar seluruh maskapai untuk rute penerbangan domestik maupun internasional di tengah kondisi geopolitik yang tidak menentu.

Berdasarkan data terbaru dari laman resmi Pertamina, harga avtur untuk penerbangan domestik di Bandara Soekarno-Hatta (CGK) kini menyentuh angka Rp27.357 per liter. Nilai tersebut menunjukkan lonjakan yang cukup tajam dibandingkan harga pada periode April 2026 yang sebelumnya masih berada di level Rp23.551 per liter.

Kondisi serupa juga terjadi pada sektor penerbangan internasional di bandara yang sama dengan kenaikan dari US$133,8 per liter menjadi US$162,9 per liter pada bulan Mei ini. Sementara itu, di Bandara Halim Perdana Kusuma (HLP), tarif bahan bakar naik menjadi Rp28.581 per liter dari harga sebelumnya yang tercatat sebesar Rp24.775 per liter.

Lonjakan harga di wilayah Medan pun tak terhindarkan, di mana Bandara Kualanamu mencatatkan harga avtur sebesar Rp28.626 per liter untuk rute domestik. Untuk rute internasional di Kualanamu, maskapai kini harus mengeluarkan biaya sebesar US$170,4 per liter guna memenuhi kebutuhan operasional armada mereka.

Dampak Konflik Global Terhadap Industri Penerbangan Nasional

Faktor utama di balik meroketnya harga avtur ini adalah eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang berujung pada penutupan Selat Hormuz. Situasi keamanan di jalur distribusi vital tersebut telah mengganggu kelancaran pasokan energi dunia dan memicu ketidakpastian pasar migas secara global sejak bulan lalu.

Menanggapi situasi ini, Indonesia National Air Carriers Association (INACA) mendesak Kementerian Perhubungan untuk segera melakukan langkah antisipatif melalui revisi regulasi tarif. Penyesuaian aturan ini dinilai penting agar maskapai dapat melakukan penyesuaian harga tiket pesawat demi menjaga keberlangsungan operasional di tengah tekanan biaya produksi.

Asosiasi maskapai tersebut memberikan penekanan bahwa komponen bahan bakar merupakan variabel paling sensitif dalam bisnis penerbangan. Hal ini didasarkan pada fakta teknis di lapangan bahwa avtur berkontribusi sebanyak 40 persen terhadap komponen harga tiket pesawat yang dibayarkan oleh penumpang.

Tag: