HARIANJABAR.ID – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar menyerukan penguatan persatuan dan peningkatan spiritualitas di kalangan masyarakat Indonesia sebagai respons terhadap gejolak geopolitik dan geoekonomi global yang kian kompleks. Ajakan ini disampaikan menyusul dinamika situasi internasional yang menunjukkan peningkatan ketegangan di berbagai kawasan.
Anwar Iskandar menekankan pentingnya Indonesia dalam menjalankan politik bebas aktif, yang berarti membangun hubungan baik dengan berbagai negara tanpa menciptakan permusuhan. “Saya kira, kita memahami apa yang dilakukan oleh Presiden kita dalam melaksanakan politik bebas dan aktif. Artinya, tidak akan membuat musuh dengan negara mana pun dan siapa pun, tapi memperbanyak kawan dan teman di seluruh dunia ini, ” ujarnya di Jakarta, Jumat (6/3/2-26)
Situasi internasional saat ini dipenuhi dengan konflik dan ketegangan yang berpotensi meluas, sehingga menuntut kewaspadaan tinggi serta upaya maksimal dalam menjaga keselamatan bangsa dan negara.
Hal terpenting bagi bangsa Indonesia saat ini adalah bagaimana upaya menyelamatkan negara, bangsa, rakyat, serta umat dari berbagai ancaman dan dampak negatif yang mungkin timbul akibat kondisi global.
Perkuat Sinergi Ulama, Pemerintah, dan Aparat Keamanan
Anwar menegaskan kembali pentingnya memperkuat kebersamaan nasional. Ia mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk para ulama, pemerintah, serta jajaran pertahanan dan keamanan, untuk terus membangun sinergi. Sinergi ini krusial dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan keutuhan bangsa di tengah tantangan global.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan doa dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, terutama menjelang dan selama bulan Ramadhan. “Lebih-lebih ini pada bulan Ramadhan jangan sampai musibah yang terjadi di mana-mana yang ujungnya adalah membuat kesengsaraan yang tidak berhenti itu terjadi di sini. Sangat penting kita sekalian untuk mendekatkan diri kepada Allah. Memohon keselamatan bagi kita semua, bagi pemimpin kita, bagi rakyat kita, bagi negara kita,” terangnya.
Upaya spiritual ini dipandang sebagai ikhtiar memohon perlindungan dari berbagai musibah yang melanda belahan dunia lainnya. Menutup pernyataannya, Ketua Umum MUI menegaskan bahwa dalam menghadapi kompleksitas tantangan global, Indonesia tidak memiliki opsi lain selain bersatu padu, merapatkan barisan, dan menjaga persatuan. Dengan semangat kebersamaan dan doa, diharapkan Indonesia senantiasa dilimpahi pertolongan dan perlindungan ilahi.








