HARIANJABAR.ID- Walikota Bandung Muhammad Farhan menyatakan bahwa Pemerintah Kota Bandung telah menyiapkan pendampingan psikologis dan perlindungan khusus bagi ibu serta anak yang menjadi korban dugaan kekerasan seksual oleh seorang dokter umum di wilayah tersebut. Langkah ini diambil sebagai respons atas kasus pencabulan yang melibatkan ayah kandung korban demi menjamin keselamatan fisik maupun psikis para penyintas.
Pemerintah Kota Bandung berkomitmen menempatkan perlindungan terhadap korban sebagai prioritas utama dalam menangani perkara tersebut. Farhan menekankan bahwa ibu korban juga mendapatkan perhatian khusus karena diduga menjadi sasaran Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
“Yang nomor satu yang mesti dilakukan adalah perlindungan terhadap korban. Perlindungan terhadap korban tidak hanya berupa perlindungan dari pemerintah terhadap anak dan ibunya, karena ibunya juga korban KDRT. Jadi kita amankan, itu yang pertama,” ucap Farhan saat memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (21/10/2026).
Selain keamanan, kerahasiaan identitas para korban juga menjadi fokus pemerintah daerah. Farhan secara tegas meminta semua pihak untuk menjaga privasi korban agar tidak terjadi eksploitasi informasi lebih lanjut di ruang publik.
Dukungan Pemulihan Korban
Dalam upaya memastikan pemulihan yang komprehensif, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung telah menginstruksikan tim psikolog untuk melakukan pendampingan secara intensif kepada keluarga korban. Langkah ini mencakup pemeriksaan kondisi anak serta pendampingan bagi sang ibu.
“Pendampingan psikologis yang dilakukan adalah DP3A langsung mengirimkan tim psikolog untuk bertemu dengan sang ibu dan juga untuk memeriksa anaknya,” tutur Farhan, Rabu (21/10/2026).
Pemerintah Kota Bandung juga menyediakan akses layanan kesehatan melalui RSUD Bandung Kiwari yang telah dilengkapi fasilitas khusus bagi penanganan korban kekerasan seksual. Farhan menyebut bahwa rumah sakit tersebut telah mengalokasikan satu lantai khusus untuk menangani kasus serupa guna memastikan korban mendapatkan penanganan medis yang layak.
Terkait proses hukum yang sedang berjalan, Farhan memastikan bahwa pihak kepolisian telah mengambil tindakan atas laporan tersebut. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak, termasuk anggota DPR RI yang turut memberikan atensi dalam pengawalan kasus ini.
“Saya tentu mengucapkan terima kasih atas bantuan dari berbagai macam pihak, termasuk perhatian dari anggota DPR RI atas kasus ini, dan kasus ini sudah langsung ditangani oleh kepolisian,” tutupnya, Rabu (21/10/2026).











