HARIANJABAR.ID- Pemerintah Kota Bandung kini tengah mengintensifkan persiapan infrastruktur serta strategi pendukung untuk menyambut reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya krusial dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, investasi, serta ekonomi kreatif di ibu kota Jawa Barat tersebut.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan bahwa operasional kembali bandara ini merupakan buah dari kolaborasi panjang antara Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan pemerintah pusat. Koordinasi lintas sektor ini telah diupayakan secara konsisten sejak awal masa jabatannya sebagai wali kota.
“Saya ingin ini menjadi sebuah pengalaman yang baik karena sejak awal kami bersama-sama memperjuangkan agar Bandara Husein bisa kembali beroperasi dan berbagi tugas dengan Pak Gubernur Dedi Mulyadi saat Kamis 30 Juli 2026,” ujar Farhan.
Upaya tersebut mendapatkan kepastian hukum setelah diterbitkannya Instruksi Presiden pada 26 Mei 2026 yang menjadi landasan percepatan operasional bandara. Saat ini, fokus utama pemkot adalah memastikan kesiapan aksesibilitas dan kenyamanan penumpang agar kesan pertama pengunjung terhadap Kota Bandung tetap terjaga.
Fokus Infrastruktur dan Wisata
Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung telah menerima instruksi khusus untuk mempercepat perbaikan ruas jalan di sekitar kawasan bandara. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh akses transportasi menuju bandara dalam kondisi optimal saat operasional penerbangan kembali dibuka.
Selain perbaikan fisik, pemerintah juga menyusun strategi promosi terpadu untuk menyiasati tantangan harga tiket pesawat yang masih relatif tinggi. Pemkot Bandung berencana menghadirkan nilai tambah bagi para pelancong agar Bandung menjadi destinasi yang menarik untuk dikunjungi.
“Kami bersama tim ekonomi dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sedang mendesain berbagai bentuk promosi agar masyarakat memiliki alasan datang ke Bandung, bukan hanya terbang ke sini melainkan juga merasakan pengalaman wisata, kuliner, belanja, dan kegiatan menarik lainnya,” jelas Farhan.
Program promosi ini nantinya akan melibatkan berbagai elemen strategis, mulai dari pelaku industri pariwisata, pegiat ekonomi kreatif, dunia usaha, hingga media. Kolaborasi multipihak ini diharapkan mampu memperkuat daya saing daerah sekaligus memastikan bahwa manfaat ekonomi dari reaktivasi Bandara Husein dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.











