HARIANJABAR.ID- Pemerintah Kota Bandung kini tengah mengoptimalkan sistem keamanan wilayah dengan menambah titik pemasangan kamera pengawas (CCTV) serta pengeras suara di berbagai lokasi rawan tindak kriminalitas. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi seluruh masyarakat.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Jawa Barat untuk memperluas jangkauan pemantauan di seluruh penjuru kota. Saat ini, infrastruktur pengawasan sebenarnya sudah terpasang dengan baik di ruas-ruas jalan protokol utama.
Menurut Farhan, fokus pemerintah saat ini adalah melakukan perluasan jangkauan ke area-area yang selama ini masih membutuhkan perhatian ekstra. Penentuan titik-titik baru tersebut nantinya akan disesuaikan dengan hasil pemetaan tingkat kerawanan wilayah yang disusun oleh dinas terkait agar pemasangannya berjalan tepat sasaran.
“Kalau itu, kita tinggal menambah beberapa titik saja. Sesuai dengan saran Pak Gubernur, akan segera kita laksanakan,” ujar Farhan pada Jumat, 24 Juli 2026.
Evaluasi dan Pemetaan Lokasi
Dalam proses implementasinya, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung telah ditugaskan untuk melakukan inventarisasi kebutuhan di lapangan. Evaluasi mendalam ini diperlukan untuk memastikan perangkat yang dipasang mampu memberikan perlindungan maksimal bagi warga.
Farhan menambahkan bahwa data detail mengenai lokasi spesifik penambahan perangkat pengawasan tersebut akan segera diputuskan setelah menerima laporan resmi dari pihak terkait. “Nah, itu belum tahu. Kominfo nanti hari Senin akan memberikan laporan,” tandas Farhan pada Jumat, 24 Juli 2026.
Melalui integrasi CCTV dan pengeras suara, Pemkot Bandung berharap dapat melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan. Dengan adanya sistem pengawasan yang lebih luas, masyarakat diharapkan dapat merasa lebih terlindungi saat beraktivitas di ruang publik.











