HARIANJABAR.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama pemangku kepentingan terkait secara resmi meningkatkan standar pelayanan bagi pelancong muslim guna memperkuat posisi daerah sebagai destinasi wisata unggulan. Upaya strategis ini dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan akademisi, pelaku usaha, serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat untuk mengakselerasi ekosistem pariwisata yang lebih inklusif.
Sinergi tersebut diwujudkan melalui Forum Komunikasi Industri Pariwisata yang bergerak bersama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Fokus utama dari program ini mencakup percepatan sertifikasi halal pada produk kuliner serta fasilitas penunjang di lokasi wisata. Selain itu, transformasi digital di berbagai sektor pelayanan menjadi langkah kunci untuk meningkatkan mutu layanan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Penerapan konsep wisata ramah muslim ini dinilai sebagai langkah visioner yang memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat setempat. Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah kini mendapatkan akses lebih luas untuk terlibat dalam rantai pasok industri pariwisata daerah. Inisiatif ini juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing Jawa Barat di kancah global melalui pengembangan potensi lokal yang berkelanjutan.
Sejumlah penghargaan nasional hingga internasional telah berhasil diraih Jawa Barat sebagai bukti keberhasilan pengembangan ekosistem ini. Pengembangan tersebut tidak hanya sekadar pemenuhan label keagamaan, melainkan bentuk penguatan strategi ekonomi bagi daerah. “Penguatan wisata ramah muslim ini bukan sekadar tentang pemenuhan label keagamaan, melainkan strategi kebudayaan dan ekonomi yang visioner, ujar Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Jumat, 26 Juni 2026.”
Fokus Akselerasi Wisata Halal
Langkah nyata yang sedang dijalankan meliputi beberapa poin utama untuk menjamin kenyamanan wisatawan, antara lain:
- Percepatan proses sertifikasi halal bagi seluruh penyedia produk kuliner di destinasi wisata.
- Peningkatan fasilitas pendukung ramah muslim di titik-titik kunjungan utama.
- Implementasi digitalisasi pelayanan untuk memudahkan akses informasi wisatawan.
- Pelibatan aktif UMKM lokal dalam ekosistem pariwisata daerah.











