HARIANJABAR.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana mengoperasikan kereta listrik berbasis baterai atau Battery Electric Multiple Unit (BEMU) pada lintas Padalarang hingga Cicalengka untuk meningkatkan efisiensi transportasi komuter di Bandung Raya. Langkah inovatif ini diambil sebagai solusi modernisasi layanan tanpa harus menunggu pembangunan jaringan listrik aliran atas yang memerlukan biaya investasi sangat besar.
Direktur Portofolio Management dan Teknologi Informasi KAI, I Gede Darmayusa, menjelaskan bahwa rendahnya tingkat elektrifikasi jalur kereta di Indonesia menjadi latar belakang utama inovasi ini. Saat ini, hanya sekitar 600 kilometer atau sepuluh persen dari total 6.000 kilometer jalur rel nasional yang sudah memiliki sistem kelistrikan konvensional.
Teknologi baterai dipilih karena perkembangannya yang semakin canggih, lebih ringan, serta fleksibel untuk diterapkan pada sarana transportasi massal. KAI saat ini sedang melakukan kajian mendalam serta menjalin kerja sama prinsip dengan PT Industri Kereta Api (INKA) untuk pengadaan unit kereta tersebut.
Jalur Padalarang-Cicalengka sepanjang 42 kilometer dipilih sebagai proyek percontohan karena tingginya minat masyarakat terhadap layanan komuter di wilayah tersebut. Kereta ini nantinya dapat melaju hingga kecepatan 120 kilometer per jam dengan durasi pengisian daya baterai yang relatif singkat di beberapa titik stasiun.
Operasional BEMU di Bandung Raya
Pengisian daya penuh untuk satu rangkaian kereta hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit sehingga operasional dapat berjalan efektif tanpa gangguan teknis kabel. “Speknya adalah, ini akan menjadi sekitar 42 km, ngecasnya itu dengan teknologi sekarang cuma 15 menit sudah full cas, sehingga bisa langsung berjalan tanpa ada LAA,” jelas Gede dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta pada Rabu, 3 Juni 2026.
Proses pengadaan rangkaian kereta dijadwalkan mulai berjalan pada September 2026 mendatang. Jika tahapan tersebut sesuai target, maka satu rangkaian kereta baterai pertama diproyeksikan tiba untuk diuji coba di tanah air pada kuartal kedua tahun 2027. “Rencana kami adalah mulai di September 2026 ini, sudah mulai ada procurement process, sehingga delivery satu train set itu di Q2-2027,” kata Gede saat memberikan penjelasan di Kompleks Parlemen pada Rabu, 3 Juni 2026.
Implementasi teknologi ini diharapkan menjadi standar baru bagi layanan kereta api perkotaan di berbagai wilayah Indonesia lainnya yang belum terjamah elektrifikasi. Penggunaan BEMU tidak hanya dianggap ramah lingkungan, tetapi juga memangkas kendala operasional yang sering terjadi pada sistem kelistrikan kabel konvensional.











