HARIANJABAR.ID – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,2 mengguncang wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Selasa, 5 Mei 2026, pukul 05.14 WIB. Pusat getaran terpantau berada di laut dengan jarak sekitar 76 kilometer arah barat daya kabupaten tersebut pada kedalaman 14 kilometer.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi kejadian alam ini melalui rilis data yang diunggah di platform media sosial resmi mereka. Getaran gempa dilaporkan terasa cukup luas hingga menjangkau beberapa daerah di sekitar pusat guncangan.
Selain di Pangandaran, dampak getaran juga dirasakan oleh masyarakat di wilayah Cipatujah, Langkaplancar, serta Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Laporan masyarakat juga menunjukkan getaran terasa di daerah Banjar, Cikoneng, hingga Kabupaten Ciamis.
Hingga informasi ini diterbitkan, belum ada laporan resmi mengenai dampak kerusakan infrastruktur maupun adanya korban jiwa. BMKG terus melakukan pemantauan untuk memperbarui data terkini terkait aktivitas seismik di wilayah pesisir selatan Jawa Barat tersebut.
Laporan Resmi BMKG Terkait Gempa Pangandaran
Pihak BMKG merinci titik koordinat dan parameter teknis gempa dalam pernyataan tertulisnya. “Gempa Mag:4.2, 05-May-2026 05:14:39WIB, Lok:8.08LS, 107.92BT (76 km BaratDaya KAB-PANGANDARAN-JABAR), Kedlmn:14 Km,” tulis lembaga tersebut.
Mengingat pengolahan data dilakukan secara cepat untuk kebutuhan peringatan dini, BMKG menyatakan bahwa informasi yang disampaikan masih dapat mengalami perubahan. “Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tambah pihak BMKG dalam keterangannya.












