Beranda / Tekno / Pemanfaatan AI Mampu Dongkrak Produktivitas Industri Kecil Nasional

Pemanfaatan AI Mampu Dongkrak Produktivitas Industri Kecil Nasional

HARIANJABAR.ID – Muhammad Neil El Himam selaku Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf resmi meluncurkan beasiswa Badan Ekraf Digital Talent (BDT) 2026 di Jakarta pada Selasa (14/4/2026) guna mendorong efisiensi industri kecil melalui kecerdasan buatan. Program ini dirancang untuk membekali talenta digital dengan kemampuan AI agar mampu mengoptimalkan proses produksi hingga distribusi di sektor ekonomi kreatif.

Menurut Neil, penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dapat menjadi instrumen krusial bagi pelaku industri kecil dan UMKM dalam meningkatkan hasil kerja mereka. Teknologi ini diharapkan mampu menyederhanakan berbagai tahapan bisnis yang selama ini masih dikelola secara konvensional.

“Untuk produksi, industri kecil berarti termasuk produksi juga itu bisa dibantu dengan AI, dari supply chain, kebutuhan bahan dasar sampai nanti kebutuhan tambahan, sampai nanti logistiknya juga nanti bisa dibantu oleh AI,” kata Neil dalam diskusi peluncuran program tersebut di Gedung Film Pesona Indonesia.

Ia menambahkan bahwa AI juga sangat bermanfaat dalam menangani urusan administratif, seperti pengelolaan invoice pembelian yang masuk. Dengan bantuan sistem cerdas, pelaku usaha tidak perlu lagi memeriksa dokumen satu per satu secara manual, sehingga waktu operasional dapat dialokasikan untuk pengembangan inovasi produk lainnya.

Penguatan Keamanan Siber

Selain fokus pada fungsionalitas, program BDT 2026 juga memberikan perhatian khusus pada aspek keamanan data. Direktur Aplikasi Kementerian Ekonomi Kreatif, Tri Wahyudi, menyatakan bahwa kurikulum tahun ini menyertakan materi tambahan mengenai keamanan siber bagi para pengembang aplikasi di industri kecil.

“Nah itu yang sekarang difokuskan karena belajar programming lebih mudah, menjadi developer lebih mudah dengan AI, namun poin-poin untuk keamanannya juga harus diperhatikan terutama untuk industri kecil,” jelas Tri Wahyudi terkait pentingnya fondasi keamanan dalam implementasi teknologi digital.

Melalui inisiatif ini, Kementerian Ekraf berharap para developer lokal tidak hanya mampu memanfaatkan desain yang sudah ada, tetapi juga menciptakan perangkat AI baru yang aplikatif bagi sesama pelaku usaha. Langkah strategis ini diharapkan dapat memutus kesenjangan teknologi dan mempercepat transformasi digital di seluruh lapisan industri kreatif Indonesia.

Pemerintah optimis bahwa peningkatan kompetensi talenta digital dalam penguasaan AI akan menjadi kunci daya saing global bagi produk-produk lokal. Dengan ekosistem digital yang aman dan produktif, industri kecil memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh secara berkelanjutan di masa depan.

Tag: