HARIANJABAR.ID – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Iwan Suryawan, menyoroti adanya ketidaksesuaian tarif tiket masuk di objek wisata Pantai Sayang Heulang, Kabupaten Garut, di tengah melonjaknya kunjungan wisatawan saat libur Lebaran 2026. Berdasarkan data Sistem Qinanti-Siparbud per 28 Maret 2026, jumlah pelancong yang masuk ke wilayah Jawa Barat telah menembus angka 1.387.211 orang.
Kondisi ini menjadi perhatian serius lantaran adanya keluhan masyarakat mengenai kutipan tiket yang melampaui ketentuan resmi. Iwan menilai potensi ekonomi yang masif dari sektor pariwisata tidak boleh dirusak oleh praktik pungutan liar atau ketidaktransparanan pengelolaan di lapangan.
Iwan mengungkapkan bahwa Jawa Barat merupakan kontributor utama bagi perputaran uang nasional yang diproyeksikan Kadin Indonesia mencapai Rp148,3 triliun hingga Rp161,8 triliun pada musim Lebaran tahun ini. Ia sangat menyayangkan jika citra positif pariwisata Jabar tercoreng oleh insiden di Pantai Sayang Heulang yang viral di media sosial.
“Angka 1,3 juta wisatawan itu bukan sekadar statistik, itu adalah amanah ekonomi rakyat. Namun, saya sangat menyayangkan munculnya keluhan wisatawan terkait ketidaksesuaian tarif karcis di Pantai Sayang Heulang, Garut, yang kini viral di media sosial,” ujar Iwan pada Minggu (29/3/2026).
Dorong Digitalisasi Sistem Tiket Wisata
Politisi senior ini mendesak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Garut untuk segera melakukan investigasi dan memberikan klarifikasi. Laporan wisatawan menyebutkan adanya tagihan sebesar Rp45.000, padahal pada karcis fisik hanya tertera nominal Rp15.000.
“Jangan dibiarkan menggantung. Harus ada investigasi apakah ini murni kesalahan logistik tiket atau ada oknum yang sengaja bermain. Jika tiketnya stok lama, jelaskan secara resmi, jangan sampai publik berasumsi ini pungli yang terorganisir,” tegas Iwan.
Sebagai solusi jangka panjang, Iwan mendorong percepatan penggunaan QRIS dan sistem e-ticketing di seluruh Daya Tarik Wisata (DTW) Jawa Barat. Menurutnya, digitalisasi sangat diperlukan untuk meminimalisir celah perbedaan harga antara karcis fisik dan pembayaran di lapangan demi menjaga kepercayaan publik.
Selain masalah tiket, Iwan juga mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah di kawasan wisata populer seperti Puncak dan Jabar Selatan. Ia berharap uang triliunan rupiah yang berputar selama Lebaran benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh pelaku UMKM dan pedagang kecil di sekitar lokasi wisata.












