Beranda / Daerah / Diskon PKB Tingkatkan Pendapatan Daerah Hingga 300 Persen

Diskon PKB Tingkatkan Pendapatan Daerah Hingga 300 Persen

HARIANJABAR.ID –  Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatatkan lonjakan signifikan pada penerimaan daerah setelah program diskon Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 10 persen resmi berakhir pada 24 Maret 2026. Program yang berlangsung selama periode libur Lebaran ini berhasil mengumpulkan total penerimaan hingga mencapai angka hampir Rp1,3 miliar.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menjelaskan bahwa kebijakan yang berlaku pada 18 hingga 24 Maret tersebut bertujuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kedisiplinan wajib pajak. Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat, realisasi penerimaan ini menunjukkan tren positif dibandingkan periode-periode sebelumnya.

Herman  mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan momentum potongan harga ini sangat tinggi. “Animonya luar biasa. Program diskon 10 persen berakhir saat cuti Lebaran kemarin, dan hari ini sudah kembali normal,” ujar Herman dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (29/3/2026).

Lonjakan pendapatan ini dinilai sangat fantastis karena mencapai kenaikan hingga 300 persen jika disandingkan dengan perolehan tahun lalu. Herman merinci bahwa pencapaian tahun ini jauh melampaui target dengan angka realisasi yang menyentuh Rp1,3 miliar dari sektor pajak kendaraan selama masa liburan.

Pemanfaatan Layanan Digital

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan apresiasi tinggi kepada para wajib pajak yang tetap taat menunaikan kewajibannya meski di tengah suasana hari raya. Kemudahan akses melalui kanal digital seperti e-Samsat di aplikasi Sambara serta Signal Samsat Digital Nasional menjadi faktor pendukung utama keberhasilan program ini.

“Warga Jabar istimewa sekali. Di saat Lebaran masih bayar pajak kendaraan bermotor,” kata Dedi. Ia membandingkan bahwa pada tahun sebelumnya, penerimaan saat periode Lebaran hanya berada di angka sekitar Rp400 juta, namun tahun ini melonjak tajam hampir tiga kali lipat.

Dedi menegaskan bahwa kepatuhan warga dalam membayar pajak merupakan bentuk kontribusi nyata terhadap progres pembangunan infrastruktur di wilayah Jawa Barat. Ia meyakini bahwa kesadaran ini berkaitan erat dengan keinginan masyarakat untuk menikmati fasilitas publik yang berkualitas.

“Ini tandanya warga Jabar cinta jalan yang mulus,” tutur Dedi. Seluruh dana pajak yang terkumpul tersebut rencananya akan dialokasikan kembali untuk kepentingan publik, mulai dari perbaikan jalan raya, pembenahan saluran air, hingga pengadaan lampu penerangan jalan di berbagai titik wilayah Jawa Barat.

Tag: