HARIANJABAR.ID – Akademisi sekaligus Pengamat Sosial Kota Tasikmalaya, Asep M Tamam, menyatakan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kota Tasikmalaya sudah sangat mendesak guna memutus rantai kemiskinan di wilayah tersebut. Hal ini ditekankan mengingat Kota Tasikmalaya masih menyandang predikat sebagai kota dengan angka kemiskinan yang tinggi di Provinsi Jawa Barat.
Menurut Asep, program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis yang harus segera direalisasikan oleh pemerintah daerah sebagai bentuk komitmen dalam menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi warga kurang mampu. Ia menyayangkan lambatnya progres penentuan lokasi dan pembebasan lahan yang hingga kini belum menemui titik terang, padahal program ini telah digaungkan oleh pemerintah pusat.
“Sebagai kota termiskin di Jawa Barat, SR ini penting untuk memutus mata rantai kemiskinan, melalui pendidikan gratis, dan berkualitas bagi warga miskin,” ujar Asep seperti dilansir RRI Minggu (29/3/2026).
Ia juga menambahkan bahwa ekspektasi publik terhadap kepemimpinan kepala daerah yang masih muda seharusnya dibuktikan dengan gerak cepat atau langkah yang gesit dalam mengeksekusi program krusial tersebut.
Asep meyakini bahwa kehadiran Sekolah Rakyat akan menjadi jembatan utama dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan kualitas pendidikan yang mumpuni, masyarakat diharapkan memiliki daya saing yang lebih baik sehingga angka kemiskinan di Kota Tasikmalaya dapat ditekan secara signifikan dari tahun ke tahun.
Rencana Lokasi dan Manfaat Ekonomi Sekolah Rakyat
Menanggapi desakan tersebut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait seperti Dinas Sosial, PUTR, dan BPBD. Dari hasil koordinasi tersebut, pemerintah daerah sebenarnya telah menyiapkan tujuh opsi lokasi potensial, termasuk di wilayah Kecamatan Bungursari dan Kecamatan Tamansari.
“Saat ini tinggal, pimpinan (wali kota) yang menentukan. Iya, nanti pimpinan yang menentukan. Kalau pemerintah pusat menyerahkan penentuan lokasinya ke kita. Mereka minta secepatnya,” ungkap Diky Candra. Ia menyebutkan bahwa pertemuan dengan pihak Kementerian Sosial juga telah dilakukan untuk membahas detail teknis lokasi pembangunan sekolah tersebut.
Diky memaparkan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan jaminan pendidikan gratis bagi anak-anak, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang luas. Program ini mencakup penyediaan fasilitas asrama dengan biaya makan dan minum yang ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah pusat, sehingga dapat meringankan beban hidup warga miskin di Tasikmalaya.
“Intinya tidak hanya pendidikan, tetapi akan membantu menggerakkan ekonomi Kota Tasikmalaya, melalui dana yang dikelola oleh pusat,” pungkas Diky. Selain aspek pendidikan, kehadiran Sekolah Rakyat diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja lokal dan menstimulasi perputaran ekonomi di sekitar area pembangunan melalui dukungan anggaran dari pusat.












