HARIANJABAR.ID – Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi menetapkan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan ini diumumkan secara langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar setelah memimpin Sidang Isbat di Kantor Kemenag, Jakarta, pada Kamis malam.
“Berdasarkan hisab dan tidak adanya hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026,” kata Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam konferensi pers tersebut.
Penetapan ini didasarkan pada hasil pemantauan hilal di 117 titik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Laporan dari tim rukyatul hilal menunjukkan bahwa posisi bulan sabit baru belum memenuhi syarat visibilitas yang telah disepakati oleh para Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).
Secara teknis, posisi hilal di Indonesia saat ini berada pada ketinggian antara 0,91 derajat hingga 3,13 derajat dengan sudut elongasi berkisar antara 4,54 derajat sampai 6,10 derajat. Karena angka tersebut masih di bawah kriteria MABIMS yang mensyaratkan tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat, maka pemerintah menerapkan metode istikmal.
Penyempurnaan Bulan Ramadan Menjadi Tiga Puluh Hari
Metode istikmal dilakukan dengan menggenapkan atau membulatkan bilangan bulan Ramadan menjadi 30 hari karena hilal belum terlihat. Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Sidang Isbat merupakan representasi kehadiran negara dalam memfasilitasi umat Islam untuk menentukan waktu ibadah yang menyangkut kepentingan orang banyak.
Menteri Agama juga menyampaikan harapannya agar keputusan ini menjadi simbol persatuan bagi seluruh umat Muslim di tanah air. Dengan ditetapkannya hasil sidang ini, diharapkan masyarakat dapat mempersiapkan perayaan Lebaran dengan penuh sukacita dan tetap menjaga kerukunan antarsesama.
“Dalam penentuan awal bulan kamariah, terutama dalam bulan yang ada ibadah umat Islam, dan menyangkut hajat hidup orang banyak, negara memfasilitasi dengan adanya Sidang Isbat ini sebagai bentuk kehadiran ulil amri atau pemerintah,” ujar Menag Nasaruddin Umar.
Di akhir pernyataannya, ia mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk senantiasa menjaga ketertiban dan keamanan selama berlangsungnya Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Pemerintah berharap momen Lebaran tahun ini dapat berlangsung dengan penuh ketenteraman di seluruh penjuru negeri.












