HARIANJABAR.ID- Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di wilayah tersebut telah mencapai 130,98 juta perjalanan sepanjang periode Januari hingga Juli 2026. Angka kunjungan ini menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 4,90 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Pertumbuhan sektor pariwisata ini dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat, khususnya pada wilayah yang menjadi pusat daya tarik utama bagi para pelancong domestik. Berdasarkan data BPS, kawasan Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) serta Bandung Raya menjadi lokomotif utama yang menyerap arus kunjungan wisatawan.
Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mengungkapkan bahwa dominasi wilayah-wilayah tersebut terlihat sangat nyata dalam statistik kumulatif selama tujuh bulan pertama tahun ini. Kawasan Bodebek dan Bandung Raya mendominasi dengan menyerap 52,32 persen total kunjungan selama periode tersebut, ucapnya di Bandung, Selasa (1/9/2026).
Lonjakan aktivitas pariwisata ini juga memberikan dampak signifikan terhadap industri perhotelan di Jawa Barat. Tercatat pada Juli 2026, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang mengalami peningkatan sebesar 0,56 poin secara bulanan, sehingga menyentuh angka 51,61 persen.
Peran Strategis Moda Transportasi
Peningkatan jumlah wisatawan juga didukung oleh aksesibilitas moda transportasi yang semakin efisien dalam menjangkau destinasi wisata. Selain kunjungan domestik, Jawa Barat mencatat kehadiran wisatawan mancanegara yang signifikan melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dan jalur kereta cepat.
Moda transportasi Kereta Cepat Whoosh yang menghubungkan koridor Halim menuju Tegalluar, Padalarang, dan Karawang, menjadi salah satu kontributor utama. Sebanyak 17.945 kunjungan warga negara asing tercatat menggunakan moda transportasi tersebut selama bulan Juli 2026.
Sementara itu, kedatangan wisatawan mancanegara melalui Bandara Kertajati tercatat sebanyak 232 kunjungan pada Juli 2026. Catatan ini didominasi oleh pelancong asal Singapura, ujar Margaretha.











