HARIANJABAR.ID – Walikota Bandung, Muhammad Farhan, memberikan perhatian serius terhadap peristiwa meninggalnya seorang pelajar SMAN 5 Bandung di Jalan Cihampelas yang terjadi pada Jumat, 13 Januari 2026. Dalam keterangannya di Plaza Balai Kota Bandung pada Sabtu, 14 Maret 2026, ia menyampaikan duka cita mendalam serta berkomitmen untuk memperkuat sistem pengawasan remaja di luar jam sekolah.
Farhan menegaskan bahwa tragedi ini harus menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli terhadap aktivitas anak muda. Pemerintah Kota Bandung saat ini tengah menunggu hasil penyelidikan menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti kematian siswa tersebut, apakah murni kecelakaan atau ada faktor lain.
“Saya sangat prihatin dan sangat berduka atas wafatnya anak kita ini. Dugaan sementara karena kecelakaan, tetapi tentu harus dipastikan melalui penyelidikan yang tuntas sehingga kita mengetahui penyebab sebenarnya dan siapa yang bertanggung jawab,” ujar Farhan.
Pemerintah daerah berencana mengidentifikasi kelompok-kelompok pelajar yang sering berkumpul di area sekitar sekolah. Hal ini dilakukan karena adanya laporan mengenai aktivitas nongkrong di warung-warung yang berpotensi memicu perilaku negatif atau konflik antar remaja.
Kolaborasi Sekolah dan Kepolisian dalam Pembinaan Siswa
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Bandung akan meningkatkan koordinasi dengan Polrestabes Bandung untuk memperketat patroli. Fokus utama adalah melakukan pembinaan terhadap siswa yang kedapatan berkeliaran hingga larut malam atau terlibat dalam penggunaan barang terlarang.
Berdasarkan hasil pemantauan sebelumnya, Farhan mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena pelajar yang mengonsumsi minuman keras dan obat-obatan terlarang di tempat nongkrong. Oleh karena itu, keterlibatan aktif dari pihak sekolah sangat dibutuhkan untuk memberikan data dan informasi lapangan kepada pemerintah.
“Tanpa informasi dari kepala sekolah, pemerintah kota dan kepolisian tidak bisa melakukan pencegahan secara maksimal,” kata Farhan menjelaskan pentingnya sinergi antarlembaga.
Melalui kebijakan ini, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih aman bagi para pelajar di Kota Bandung. Seluruh kepala sekolah diimbau untuk lebih komunikatif dalam melaporkan dinamika siswanya agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.












