HARIANJABAR.ID – Pertumbuhan ekonomi syariah di Provinsi Jawa Barat menunjukkan tren positif yang signifikan seiring dengan suksesnya gelaran Indonesia Hijabfest 2026 di Sasana Budaya Ganesha Bandung pada 5-8 Maret lalu. Acara tahunan ini menjadi bukti konkret kolaborasi strategis antara pemerintah daerah, otoritas moneter, dan pelaku usaha dalam memperkuat rantai pasok industri halal global.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muhamad Nur, menilai bahwa wilayah Jawa Barat memiliki posisi yang sangat strategis dalam peta ekonomi syariah nasional. Keunggulan ini didukung oleh modal sosial yang kuat serta jumlah penduduk yang besar sebagai pasar potensial bagi produk-produk halal.
“Kegiatan ini bukan sekadar ajang promosi produk, melainkan ruang penguatan ekonomi kerakyatan. Potensi syariah di Jabar sangat besar dan menjadi peluang strategis untuk terus mendorong pertumbuhan sektor usaha halal secara inklusif,” ujar Muhamad Nur.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan memaparkan berbagai pencapaian provinsi ini, termasuk prestasi sebagai juara umum Adinata Syariah pada tahun 2025. Ia menekankan bahwa dominasi produk bersertifikat halal dari Jawa Barat merupakan aset yang harus terus dikembangkan.
Sinergi Lintas Sektor untuk Masa Depan UMKM
“Dengan 97,3% penduduk muslim dan kreativitas generasi muda yang tinggi, momentum ini harus dijaga. Pengembangan ekonomi syariah memerlukan sinergi hulu hingga hilir yang berkelanjutan,” kata Erwan.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyoroti pentingnya infrastruktur rantai pasok yang terintegrasi di wilayahnya. Ia berharap julukan Paris van Java dapat dimaksimalkan melalui pengembangan ekosistem industri yang menyeluruh, mulai dari ketersediaan bahan baku hingga produk akhir.
“Kita perlu membangun sistem yang kuat. Tidak hanya desainer, namun seluruh ekosistem dari hulu hingga hilir harus dikembangkan di Bandung,” tegas Farhan.
Sheena Krisnawati selaku Founder Hijabfest menjelaskan transformasi acara ini sejak 2012 yang kini mampu merangkul berbagai lapisan pelaku usaha, termasuk pedagang pasar tradisional. Dukungan perbankan syariah dan kebijakan Bank Indonesia dinilai sangat krusial dalam membantu UMKM naik kelas melalui standardisasi produk halal dan literasi keuangan yang baik.
Selain fokus pada penguatan produk, aspek digitalisasi juga menjadi perhatian utama dalam pengembangan ekonomi syariah saat ini. Bank Indonesia bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) terus mengedukasi masyarakat mengenai pembayaran digital, salah satunya melalui penggunaan QRIS yang memudahkan transaksi bagi pengunjung dan pelaku usaha.









