Beranda / Nasional / Kemnaker Hadirkan Fasilitas Pelatihan Berbasis AI dan Barista Bagi Penyandang Disabilitas

Kemnaker Hadirkan Fasilitas Pelatihan Berbasis AI dan Barista Bagi Penyandang Disabilitas

HARIANJABAR.ID- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kini tengah menyiapkan program pelatihan keterampilan mulai dari kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) hingga barista bagi para penyandang disabilitas di Bekasi, Jawa Barat. Inisiatif tersebut diwujudkan melalui pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) khusus yang dirancang dengan aksesibilitas inklusif untuk meningkatkan kompetensi kerja peserta.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menjelaskan bahwa penyandang disabilitas memerlukan dukungan berupa penguasaan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini. Selain pelatihan teknis, para peserta juga akan diberikan akses ke lingkungan belajar yang mendukung agar mereka lebih siap dalam menghadapi proses rekrutmen hingga dunia kerja profesional.

Fasilitas gedung baru yang terdiri dari dua lantai ini dilengkapi dengan berbagai ruang khusus, seperti Digital Skills Lab untuk pemrograman AI, Batik & Craft Studio, hingga laboratorium terapi sensori. Desain interior dan eksterior gedung telah disesuaikan untuk mengakomodasi kebutuhan penyandang tunarungu, tunanetra, tunadaksa, maupun disabilitas intelektual agar mereka dapat beraktivitas secara mandiri.

BACA JUGA  Pemanfaatan AI Mampu Dongkrak Produktivitas Industri Kecil Nasional

Pemerintah juga melengkapi gedung tersebut dengan infrastruktur penunjang seperti jalur landai, lift, jalur pemandu, serta toilet khusus. Selain itu, terdapat fasilitas praktikum nyata seperti Public Café untuk pelatihan barista serta Public Speaking Lab guna melatih kepercayaan diri peserta saat menghadapi wawancara kerja di masa depan.

Fokus Pengembangan Kompetensi Inklusif

Selain keterampilan teknis, kurikulum yang disusun Kemnaker mencakup pengembangan karakter dan literasi digital agar setiap peserta memiliki daya saing yang tinggi. Layanan konseling psikologi karier juga disediakan untuk membantu peserta mengenali potensi diri sebelum memasuki lingkungan profesional.

“Kami sadar teman-teman disabilitas tidak bisa langsung diserap begitu saja oleh perusahaan. Mereka harus dibekali keterampilan yang memadai,” ujar Yassierli pada Sabtu (10/10).

BACA JUGA  Pemkot Bandung Buka 139 Program Pelatihan Kerja untuk Ribuan Peserta

Kehadiran BLK ini diharapkan menjadi jembatan bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan peluang kerja yang lebih luas di berbagai sektor industri. Melalui pendekatan yang komprehensif, Kemnaker optimistis bahwa kesenjangan akses kerja bagi kelompok disabilitas dapat diminimalisir secara bertahap.

Tag: