Beranda / Bisnis / Pemkot Cirebon Perkuat UMKM Melalui Program AKSARA Jabar 2026

Pemkot Cirebon Perkuat UMKM Melalui Program AKSARA Jabar 2026

HARIANJABAR.ID- Pemerintah Kota Cirebon resmi menyelenggarakan kegiatan Regional Offline AKSARA (Akselerasi Wirausaha) Jawa Barat 2026 di Gedung Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Selasa (8/9/2026). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal agar mampu mengembangkan bisnis ke skala yang lebih luas dan profesional.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, secara resmi membuka kegiatan yang diikuti oleh sekitar 50 pelaku UMKM dari berbagai sektor tersebut. Pemerintah daerah menaruh harapan besar agar para peserta dapat meningkatkan tata kelola bisnis dan kesiapan menghadapi persaingan pasar yang lebih kompetitif.

Effendi Edo menilai bahwa permasalahan utama UMKM saat ini bukan sekadar modal, melainkan kebutuhan akan sistem bisnis yang kokoh dan terukur. Menurutnya, pelaku usaha perlu memahami pentingnya pemisahan keuangan serta strategi presentasi bisnis yang menarik bagi calon investor.

Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk terus menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui kolaborasi lintas instansi dan penyediaan mentor profesional. “Pemerintah Kota Cirebon menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan Regional Offline AKSARA Jawa Barat 2026 di Kota Cirebon, karena kegiatan ini menjadi ruang yang penting untuk memperkuat kapasitas wirausaha sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi pelaku usaha kita,” ujar Wali Kota saat membuka kegiatan tersebut.

Strategi Akselerasi Bisnis Lokal

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat, Dedi Taufik, menekankan bahwa pendampingan melalui program AKSARA tidak boleh berhenti pada pemberian materi saja. Produk lokal harus mampu disinergikan langsung dengan akses pasar, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Dedi juga mendorong penggunaan produk UMKM dalam belanja pemerintah sebagai bentuk stimulus nyata. Dengan memanfaatkan potensi lokal untuk kebutuhan merchandise atau kegiatan dinas, diharapkan pelaku usaha dapat terus tumbuh dan nantinya mampu menyerap tenaga kerja baru di wilayah Jawa Barat.

“Jadi bukan hanya memberikan materi, tetapi bagaimana kita sinkronisasikan produk yang sudah ada dengan market, sehingga produk lokal dari Cirebon, Kuningan dan daerah lainnya harus bisa memiliki pasar yang lebih luas,” tegas Dedi Taufik saat memberikan arahan kepada para peserta program.

Program ini diharapkan menjadi momentum transisi bagi pelaku UMKM untuk meninggalkan rutinitas transaksi harian dan bertransformasi menjadi entitas ekonomi yang adaptif serta memiliki proyeksi pertumbuhan jangka panjang yang terukur.

Tag: