HARIANJABAR.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengimbau seluruh kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota untuk lebih berani dalam melakukan penataan wilayah agar tercipta lingkungan yang tertib, bersih, serta indah bagi wisatawan. Langkah tersebut dinilai krusial untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah melalui penyediaan ruang publik yang nyaman.
Gubernur yang akrab disapa KDM itu menekankan bahwa kualitas penataan sebuah wilayah sangat bergantung pada nyali dan ketegasan sosok pemimpinnya. Menurutnya, keberanian kepala daerah akan memberikan dampak langsung pada motivasi dan kinerja jajaran di lapangan, khususnya Satuan Polisi Pamong Praja dalam menegakkan aturan.
“Kalau komandannya punya nyali dan berani, pasukannya akan menjadi pasukan yang berani. Namun, kalau komandannya tidak berani, pasukannya akan mencari aman,” ujar Dedi saat menghadiri pemusnahan barang bukti rokok ilegal di Alun-alun Garut, Rabu (24/6/2026).
Mantan Bupati Purwakarta ini menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor bersama TNI dan Polri perlu diperkuat demi menciptakan suasana kota yang estetik dan tertata. Ia mencontohkan potensi keindahan kawasan bersejarah di Garut yang akan semakin menarik apabila dirawat dengan konsisten oleh otoritas setempat.
Menurutnya, karakter personel di lapangan dipengaruhi kepemimpinan atasannya sehingga kepala daerah perlu memberikan dukungan yang tegas terhadap tugas penataan wilayah. “Karena pasukan itu tergantung komandan,” kata mantan Bupati Purwakarta itu.
Dedi mengatakan selama menjabat Wakil Bupati dan Bupati Purwakarta hingga Gubernur Jawa Barat, ia menempatkan Satpol PP sebagai unsur penting dalam menciptakan lingkungan yang tertib, bersih, dan indah. Upaya tersebut, kata dia, perlu dilakukan melalui koordinasi dan kolaborasi dengan TNI dan Polri.
Ia menilai daerah yang tertata dapat meningkatkan pendapatan asli daerah karena mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perhotelan, dan restoran












