HARIANJABAR.ID – Dinas Pendidikan Jawa Barat resmi mengumumkan hasil seleksi Sekolah Maung tahun 2026 yang diikuti oleh 38.476 pendaftar guna memperebutkan 18.268 kursi tersedia. Proses seleksi yang berlangsung di Bandung ini menggunakan sistem pemetaan potensi untuk menyaring calon siswa terbaik pada jenjang SMA dan SMK melalui prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Dari total kuota yang tersedia, sebanyak 10.400 kursi diperuntukkan bagi jenjang SMA, sementara 7.868 kursi lainnya dialokasikan untuk jenjang SMK. Tingginya minat masyarakat terlihat dari membludaknya jumlah pendaftar yang mencapai dua kali lipat lebih dari total daya tampung yang ada pada institusi tersebut.
Jalur Kepemimpinan menjadi salah satu kategori dengan tingkat persaingan paling signifikan di antara kategori seleksi lainnya. Tercatat sebanyak 1.264 peserta memperebutkan kursi melalui jalur ini, namun hanya 814 pendaftar yang dinyatakan lolos, sementara 450 lainnya harus tersisih dari persaingan.
Beberapa kategori dalam jalur kepemimpinan menunjukkan persentase penerimaan yang bervariasi, seperti Jalur Ketua OSIS sebesar 48,3 persen dan Pramuka Pratama sebesar 53,2 persen. Sementara itu, Jalur Pramuka Garuda mencatat tingkat kelulusan tertinggi dengan angka mencapai 90,3 persen dari total pendaftar di kategorinya.
Peluang Jalur Reguler Masih Terbuka
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan melalui proses Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) yang digelar sejak 29 Mei hingga 8 Juni 2026. Langkah ini bertujuan untuk memetakan potensi lulusan SMP sederajat agar penempatan siswa sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan daya tampung sekolah.
Bagi calon siswa yang tidak berhasil lolos dalam seleksi Sekolah Maung, pihak pemerintah tetap memberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur reguler. Pendaftaran untuk jalur alternatif di SMA/SMK negeri maupun sekolah kerja sama ini dibuka pada hari yang sama dengan durasi waktu yang terbatas.
“Calon murid Sekolah Maung yang tidak lolos masih memiliki waktu untuk mendaftar ke jalur reguler,” ujar Purwanto Selasa 9 Juni 2026.
Meskipun seleksi masuk Sekolah Maung berlangsung sangat ketat, secara keseluruhan kapasitas pendidikan menengah di Jawa Barat masih mencukupi kebutuhan seluruh lulusan. Total ketersediaan kursi di berbagai jenjang, baik negeri maupun swasta, mencapai 909.183 unit, yang mana angka tersebut melampaui jumlah total lulusan SMP/MTs tahun ini yang tercatat sebanyak 826.996 siswa.












