HARIANJABAR.ID – KONI Kota Bandung menargetkan raihan gelar juara umum pada ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat XV yang dijadwalkan berlangsung di tiga wilayah utama pada November 2026 mendatang. Ambisi tersebut didukung dengan persiapan matang melalui pengiriman ribuan atlet serta status Kota Bandung sebagai salah satu tuan rumah pendukung untuk sejumlah cabang olahraga.
Pesta olahraga terbesar di tingkat regional ini akan mempertandingkan sebanyak 1.156 nomor dari total 92 cabang olahraga yang tersebar di Kota Bogor, Kota Bekasi, dan Kota Depok. Selain mengirimkan delegasi atlet, Kota Bandung juga dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan untuk lima cabang olahraga utama, yakni sofbol, bisbol, soft tennis, tenis, dan woodball, serta satu cabang eksibisi trial run.
Ketua Umum KONI Kota Bandung, Nuryadi, menyatakan kesiapan penuh jajarannya dalam menyambut ajang bergengsi tersebut baik secara teknis maupun administratif. “Kota Bandung sudah sangat siap menghadapi Porprov Jabar XV, baik sebagai peserta maupun tuan rumah penunjang. Kami akan menggelar pertandingan untuk lima cabang olahraga, yakni sofbol, bisbol, soft tennis, tenis, woodball, serta satu cabang eksibisi trial run,” ujar Nuryadi pada Selasa, 7 Maret 2026.
Berdasarkan data pendaftaran melalui portal Jabar Istimewa, tercatat sebanyak 1.895 orang telah didaftarkan untuk memperkuat barisan kontingen. Dari total tersebut, sebanyak 1.122 atlet dipastikan telah mengantongi tiket kelolosan babak kualifikasi pada masing-masing cabang olahraga yang mereka tekuni.
Strategi Pembinaan dan Target Medali Emas
Guna memaksimalkan potensi meraih medali, KONI Kota Bandung menjalankan dua program pembinaan unggulan, yakni Tunjangan Prestasi (Tupres) dan Latihan Kecabangan Khusus (Latcabsus). Program Tupres melibatkan 165 atlet dari 50 cabang olahraga, sementara Latcabsus diikuti oleh 275 atlet dari 46 cabang olahraga yang dipetakan memiliki potensi besar dalam mendulang medali emas.
Pemerintah Kota Bandung turut memberikan dukungan penuh melalui alokasi dana hibah yang digunakan untuk biaya operasional hingga peningkatan jam terbang atlet melalui berbagai kejuaraan. Dukungan anggaran ini menjadi faktor penting bagi para atlet agar dapat fokus dalam menjalani latihan intensif menjelang pelaksanaan babak utama.
Nuryadi menekankan bahwa misi utama kontingen tahun ini adalah mengakhiri puasa gelar setelah gagal menduduki podium tertinggi pada tiga edisi Porprov sebelumnya. “Setelah gagal meraih gelar di tiga edisi terakhir, kami bertekad mengembalikan supremasi juara umum ke Kota Bandung tahun ini. Kami memasang target maksimal meraih 20 persen medali emas dari total nomor yang tersedia,” tegasnya.
Meski optimistis, Kota Bandung tetap mewaspadai kekuatan daerah lain, terutama tim tuan rumah dan wilayah yang memiliki tradisi olahraga kuat. Meskipun tidak mengikuti beberapa nomor tertentu seperti paramotor dan ice skating, KONI Kota Bandung tetap yakin komposisi atlet yang ada saat ini mampu memenuhi target yang telah ditetapkan.












