HARIANJABAR.ID – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan bahwa sekitar 27 persen rumah di Kota Bandung masih memiliki fasilitas sanitasi yang tidak layak berdasarkan hasil sensus kewilayahan terbaru. Data tersebut dihimpun dari 1.597 RW dan hampir 10 ribu RT yang telah divalidasi oleh Badan Pusat Statistik guna menentukan arah pembangunan kota ke depan.
Farhan menjelaskan bahwa dari total sekitar 800 ribu rumah yang ada di Kota Bandung, hampir 200 ribu di antaranya masih menghadapi permasalahan sanitasi serius. Kondisi lingkungan yang kurang sehat ini memberikan dampak kesehatan yang nyata bagi masyarakat, terutama berkaitan dengan risiko penyakit menular.
“Kondisi tersebut berdampak langsung pada tingginya kasus diare dan stunting yang paling dirasakan oleh kelompok rentan khususnya perempuan dan anak-anak,” ungkap Farhan dalam acara Halal Bihalal TP PKK Kota Bandung Rabu (8/4/2026).
Pemkot Bandung kini menetapkan empat kelompok prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk mengatasi persoalan kesejahteraan tersebut. Kelompok prioritas tersebut mencakup kaum perempuan, anak-anak, lanjut usia, serta penyandang disabilitas.
Strategi Atasi Masalah Sanitasi dan Sampah
Farhan menilai peran Tim Penggerak PKK sangat vital sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjangkau lapisan masyarakat hingga tingkat akar rumput. Ia menekankan bahwa pendekatan pembangunan tidak boleh hanya bersifat teknokratis, tetapi juga harus dilandasi dengan empati kepada warga.
“Program pemerintah tidak boleh hanya berhenti pada angka dan bantuan semata tetapi harus benar-benar bermakna bagi masyarakat,” tutur Farhan saat memberikan arahan mengenai pentingnya efektivitas bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Selain fokus pada sanitasi, Wali Kota juga menyoroti pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga infrastruktur dan kebersihan lingkungan. Ia mendorong kader PKK untuk aktif mengedukasi warga mengenai pengelolaan sampah, terutama dalam hal pemilahan dari sumbernya di tingkat rumah tangga.
“Jalan dan trotoar bisa dibangun dengan baik, tetapi jika lingkungan masih kotor, maka tetap akan terlihat kumuh,” jelas Farhan. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus TP PKK yang selama ini telah membantu jalannya berbagai program kemasyarakatan di Kota Bandung.











