Beranda / Kesehatan / Dinkes Jabar Gencarkan Imunisasi Atasi Lonjakan Kasus Campak

Dinkes Jabar Gencarkan Imunisasi Atasi Lonjakan Kasus Campak

HARIANJABAR.ID –  Dinas Kesehatan Jawa Barat melakukan percepatan imunisasi guna menekan lonjakan kasus campak yang tersebar di 27 kota dan kabupaten hingga April 2026. Langkah ini diambil untuk memutus rantai penularan serta melindungi kelompok rentan, terutama anak-anak, dari risiko komplikasi kesehatan yang serius.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, mengungkapkan bahwa temuan kasus paling banyak saat ini berada di wilayah Kota Tasikmalaya, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat. Masyarakat kini diminta untuk kembali memastikan dan melengkapi status imunisasi anggota keluarganya demi mencegah persebaran penyakit yang lebih luas.

Seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Jawa Barat, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, telah diinstruksikan untuk meningkatkan pengawasan secara ketat terhadap setiap gejala penyakit tersebut. Vini menekankan bahwa setiap temuan kasus suspek campak wajib dilaporkan ke dinas kesehatan setempat dalam waktu maksimal 24 jam agar penanganan bisa segera dilakukan.

“Bagi fasyankes yang menemukan pasien dengan gejala mengarah pada campak, terdapat protokol penanganan yang harus segera dilakukan,” jelas Vini  dalam keterangannya terkait upaya mitigasi di lapangan.

Imunisasi Tekan Penyebaran Campak

Sebagai bentuk respon cepat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) di wilayah dengan peningkatan kasus yang signifikan. Berdasarkan data hingga pertengahan Maret 2026, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut dijadwalkan melaksanakan program imunisasi massal ini pada bulan April.

Program ORI menyasar anak-anak usia 9 hingga 59 bulan tanpa mempertimbangkan status imunisasi mereka sebelumnya untuk memaksimalkan perlindungan. Melalui langkah ini, otoritas kesehatan berharap kekebalan kelompok atau herd immunity dapat segera terbentuk guna menghentikan laju infeksi campak yang masih tergolong tinggi di wilayah tersebut.

Vini juga terus mengingatkan warga agar tidak menunda kunjungan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksinasi bagi anak-anak. “Segera lengkapi imunisasi di Posyandu, Puskesmas, atau fasilitas kesehatan terdekat jika belum lengkap,” tuturnya sebagai penutup imbauan kepada masyarakat Jawa Barat.

 

Tag: