Beranda / Travel / Bandung Saingi Destinasi Populer Jepang dan Vietnam dalam Peringkat Wisata Asia

Bandung Saingi Destinasi Populer Jepang dan Vietnam dalam Peringkat Wisata Asia

HARIANJABAR.ID –  Kota Bandung resmi menduduki peringkat ketiga sebagai destinasi dengan pertumbuhan pariwisata tercepat di Asia menurut laporan riset Agoda yang dirilis pada Februari 2026. Keberhasilan ini diraih setelah kota berjuluk Paris van Java tersebut mencatatkan lonjakan kunjungan wisatawan serta pengembangan akomodasi yang sangat signifikan sepanjang satu tahun terakhir.

Pencapaian ini menempatkan Bandung di posisi elit bersama kota-kota mancanegara lainnya. Dalam daftar yang sama, posisi pertama ditempati oleh Sa Pa di Vietnam, disusul oleh Okayama di Jepang pada urutan kedua, sementara posisi keempat dan kelima masing-masing dihuni oleh Matsuyama serta Takamatsu yang juga berasal dari Jepang.

Daya tarik utama yang mendorong pertumbuhan ini adalah kombinasi antara keindahan alam, arsitektur kolonial bergaya art deco, serta ragam kuliner legendaris. Wisatawan banyak berkunjung ke destinasi ikonik seperti Kawah Putih dan Gunung Tangkuban Parahu, selain memanfaatkan fasilitas belanja di berbagai factory outlet yang tersebar di penjuru kota.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Kota Bandung membukukan sebanyak 24,25 juta perjalanan wisatawan selama tahun 2025, sementara wilayah Kabupaten Bandung mencapai 14,24 juta perjalanan. Secara keseluruhan, angka pertumbuhan sektor pariwisata di wilayah ini mengalami kenaikan sebesar 23,18 persen jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.

Pergeseran Tren Wisata ke Destinasi Sekunder di Asia

Direktur Regional Asia Utara Agoda, Jay Lee, menjelaskan bahwa saat ini sedang terjadi perubahan perilaku wisatawan dalam memilih lokasi liburan di kawasan Asia. Menurutnya, banyak pelancong yang mulai beralih dari kota besar menuju destinasi sekunder yang mampu menawarkan pengalaman lebih mendalam.

“Destinasi sekunder kini menjadi pilihan utama wisatawan yang mencari keotentikan dan pengalaman budaya. Ini menandakan adanya pergeseran lanskap pariwisata di Asia pada 2026,” ujar Jay Lee dalam keterangan resminya terkait laporan tersebut.

Bandung juga tetap menjadi primadona bagi wisatawan mancanegara, khususnya yang berasal dari Malaysia dan Singapura, karena aksesibilitas dan produk fesyen yang terjangkau. Kenaikan tren ini diharapkan terus memperkuat posisi Bandung sebagai pusat kreativitas dan destinasi wisata kelas dunia di masa mendatang.

Tag: