HARIANJABAR.IDÂ – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatatkan penurunan signifikan pada angka kemiskinan dan pengangguran terbuka sepanjang tahun 2025 berkat berbagai program pembangunan daerah yang strategis. Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, mengungkapkan capaian ini sejalan dengan skor kinerja pembangunan daerah yang tinggi berdasarkan penilaian Kementerian Dalam Negeri.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan persentase penduduk miskin di Jawa Barat pada 2025 berada di angka 6,78 persen atau setara dengan 3,55 juta jiwa. Angka tersebut mengalami penyusutan jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai 7,08 persen.
Erwan Setiawan menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari langkah konkret pemerintah dalam mengurangi kantong kemiskinan dan mendongkrak pendapatan warga. Upaya tersebut mencakup pemetaan daerah rawan pangan serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 1.874 kali di seluruh wilayah kabupaten dan kota.
Pemerintah juga fokus meringankan beban pengeluaran masyarakat melalui subsidi iuran jaminan kesehatan serta penyediaan akses listrik bagi warga kurang mampu di 1.367 desa. Selain itu, pemberian modal usaha kepada 57 Kelompok Usaha Bersama (KUBE) menjadi instrumen penting untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat fakir miskin.
Sektor Pendorong
Selain kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka di Jawa Barat turut menyusut menjadi 6,66 persen dari sebelumnya 6,75 persen pada tahun 2024. Angka ini bahkan berhasil melampaui target yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah sebesar 6,99 persen berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional.
Erwan memaparkan strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi warga. “Dalam mengurangi kantong kemiskinan, Pemprov Jabar mengawasi lokasi daerah rentan rawan pangan dan menyusun peta kerawanan serta ketahanan pangan,” ujar Erwan.
Terkait tenaga kerja, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan penambahan 0,10 juta orang. Sektor lain seperti pendidikan serta akomodasi makanan dan minuman juga memberikan kontribusi positif dalam perluasan lapangan kerja di Jawa Barat.
Berdasarkan data lapangan pekerjaan, sektor reparasi serta perawatan mobil dan sepeda motor mendominasi penyerapan tenaga kerja sebesar 22,44 persen, disusul industri pengolahan sebesar 18,61 persen. Erwan menegaskan komitmen pemerintah dalam pemberdayaan ekonomi. “Kami juga menyalurkan bantuan modal usaha kepada kelompok usaha bersama untuk meningkatkan pendapatan fakir miskin,” pungkasnya.











