HARIANJABAR.ID – Walikota Bandung, Muhammad Farhan, menekankan pentingnya koordinasi dengan pengurus Rukun Warga (RW) bagi warga yang akan melaksanakan mudik Lebaran. Imbauan ini bertujuan untuk memastikan keamanan rumah yang ditinggalkan dalam keadaan kosong selama pemiliknya kembali ke kampung halaman.
Keputusan untuk mudik Lebaran seringkali berarti rumah ditinggalkan tanpa penghuni, sebuah kondisi yang dapat menimbulkan kerentanan keamanan jika tidak diimbangi dengan pengawasan lingkungan yang memadai. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk memberitahukan rencana perjalanan mereka kepada ketua RW atau aparat kewilayahan setempat.
Farhan menjelaskan bahwa koordinasi semacam ini sangat krusial, terutama dalam mengantisipasi potensi kejahatan. “Kalau mudik, banyak rumah yang ditinggalkan warga. Nah, ini salah satu kunci kenapa kita melakukan silaturahmi bersama Babinkamtibmas, Babinsa, Koramil, dan juga Polsek. Tujuannya agar masyarakat jangan meninggalkan rumah begitu saja, tetapi berkoordinasi,” ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung, Jumat (13/3/2026).
Langkah Antisipasi Keamanan Rumah Kosong Saat Mudik
Pemerintah Kota Bandung, bersama dengan unsur kewilayahan, telah merancang berbagai strategi untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama periode mudik Lebaran. Penguatan sinergi antara aparatur kewilayahan dan aparat keamanan di tingkat kelurahan hingga kecamatan menjadi salah satu prioritas utama.
Setiap lurah akan diminta untuk membuat catatan dan pemetaan wilayah yang memiliki potensi rawan selama masa mudik. Data ini akan menjadi landasan bagi aparat keamanan dan perangkat kewilayahan untuk melaksanakan patroli yang lebih intensif di kawasan permukiman. Selain itu, Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) akan diaktifkan kembali secara optimal, dengan harapan kegiatan ronda malam di tingkat RW dapat membantu menekan angka kriminalitas, khususnya terhadap rumah yang ditinggalkan dalam waktu lama.
Farhan juga mengingatkan bahwa risiko saat rumah ditinggalkan tidak hanya terbatas pada potensi pencurian, tetapi juga bahaya lain seperti kebocoran kompor gas atau korsleting listrik yang dapat menyebabkan kebakaran. “Saya khawatirnya bukan hanya masalah kemalingan, tetapi juga kompor gas yang bocor atau listrik yang korslet. Itu juga harus diantisipasi bersama-sama,” ungkapnya.
Oleh karena itu, warga diminta untuk memeriksa kembali kondisi rumah sebelum berangkat. Langkah-langkah sederhana seperti mematikan aliran listrik yang tidak perlu, memastikan kompor dalam kondisi aman, serta mengunci semua pintu dan jendela dengan baik sangat dianjurkan. Dengan kerja sama yang baik antara warga, pengurus lingkungan, dan aparat keamanan, diharapkan kawasan permukiman di Kota Bandung tetap aman sepanjang periode mudik dan arus balik Lebaran.












