Beranda / Daerah / Tagana Kabupaten Tasikmalaya Petakan Wilayah Rawan Guna Antisipasi Dampak Kemarau Panjang

Tagana Kabupaten Tasikmalaya Petakan Wilayah Rawan Guna Antisipasi Dampak Kemarau Panjang

HARIANJABAR.ID – Ketua Tagana Kabupaten Tasikmalaya Jembar Adisetya melakukan langkah proaktif dengan melakukan pengecekan armada serta inventarisasi sumber air guna menghadapi potensi musim kemarau panjang di wilayahnya pada Jumat, 27 Maret 2026. Persiapan ini dilakukan menyusul prediksi BMKG yang menyatakan bahwa musim kering tahun ini akan berlangsung dalam durasi yang cukup lama hingga bulan Agustus mendatang.

Pihak Tagana telah mengidentifikasi beberapa titik krusial berdasarkan data evaluasi kejadian pada tahun-tahun sebelumnya. Fokus perhatian kini tertuju pada sejumlah wilayah yang secara geografis memang memiliki kerentanan tinggi terhadap krisis air bersih saat musim kemarau tiba.

Beberapa kecamatan yang masuk dalam daftar kewaspadaan tinggi meliputi Kecamatan Cigalontang, Jamanis, Parungponteng, Cipatujah, Taraju, hingga Kecamatan Salawu. Penentuan wilayah prioritas ini dimaksudkan agar proses mitigasi dan pendistribusian bantuan air dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Hasil evaluasi kami, wilayah itu yang dimungkinkan terdampak,” ujar Jembar Adisetya saat memberikan keterangan terkait pemetaan wilayah rawan kekeringan di Kabupaten Tasikmalaya.

Sinergi Lintas Sektor dan Kesiapan Armada Air Bersih

Selain pemetaan wilayah, Tagana Kabupaten Tasikmalaya juga memastikan kesiapan kendaraan operasional pengangkut air. Saat ini, satu unit mobil tangki milik Tagana telah disiagakan untuk memobilisasi bantuan air bersih ke titik-titik yang membutuhkan di tengah masyarakat.

Untuk memperkuat jangkauan layanan, Tagana secara intensif menjalin koordinasi dengan berbagai instansi terkait di tingkat daerah. Langkah ini diambil guna mengantisipasi jika permintaan pasokan air bersih mengalami lonjakan yang tidak terduga di berbagai kecamatan.

“Di kami ada satu mobil tangki. Kami juga berkoordinasi dengan BPBD, dan PDAM untuk armada,” tambah Jembar menjelaskan skema kerja sama operasional penanggulangan dampak kemarau tersebut.

Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk mulai menerapkan pola penggunaan air secara bijak dan hemat sejak dini. Tagana melalui Kampung Siaga Bencana (KSB) juga terus memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya menjaga dan merawat sumber air serta saluran irigasi yang ada di lingkungan mereka.

“Melalui KSB kami terus memberi pemahaman kepada warga, agar merawat sumber- sumber air,” pungkasnya sebagai bagian dari upaya preventif berbasis masyarakat.

Tag: