HARIANJABAR.ID – Pemerintah Kota Bandung menargetkan proses penunjukan pengelola baru Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo akan selesai pada akhir April 2026 mendatang. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan bahwa setelah penetapan tersebut, pemerintah bakal segera menjalankan fungsi pengawasan dan kontrol operasional mulai bulan Mei.
Farhan menjelaskan bahwa saat ini tahapan seleksi calon pengelola tengah berlangsung sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Dirinya merasa optimistis bahwa pengelola resmi dalam skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) ini dapat diumumkan tepat waktu untuk menjamin keberlangsungan operasional destinasi wisata tersebut.
Sesuai dengan regulasi yang berlaku, Pemerintah Kota Bandung memberikan syarat tegas bahwa pengelola terpilih wajib memiliki status hukum sebagai lembaga konservasi. Selain itu, terdapat ketentuan khusus bagi calon pengelola untuk tidak memutus hubungan kerja dengan pegawai lama yang saat ini bertugas di Bandung Zoo.
Aspek budaya juga menjadi poin penting dalam kriteria pemilihan, di mana pengelola baru diminta tetap melestarikan tradisi lokal. Farhan menekankan agar nuansa sejarah dan identitas Sunda tetap terjaga di lingkungan kebun binatang meski nantinya berada di bawah manajemen baru.
Ketentuan Seleksi dan Pelestarian Nilai Budaya Lokal
Wali Kota Bandung menegaskan bahwa konsep pengelolaan ke depan tidak boleh menghapus tradisi yang sudah melekat di masyarakat. “Konsepnya tidak boleh menghilangkan tradisi Drenten, khas Sunda. Selain itu, harus tetap memperhatikan dan menghargai warisan dari keluarga pendiri Drenten,” ujar Farhan pada Senin, 23 Maret 2026.
Guna menjaga transparansi dan profesionalitas, proses seleksi ini melibatkan tim penguji dari berbagai lintas sektor dan keahlian. Tim tersebut terdiri dari unsur Pusat Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Dinas Kehutanan Provinsi, pakar ahli, hingga kalangan budayawan.
Keterlibatan berbagai pihak ini bertujuan agar Bandung Zoo dapat beroperasi kembali secara maksimal dengan izin resmi sebagai lembaga konservasi dari Kementerian Kehutanan. Pemerintah berharap pengelola terpilih mampu menyeimbangkan fungsi perlindungan satwa dengan potensi wisata edukasi bagi masyarakat luas.
Farhan menutup penjelasannya dengan menyatakan bahwa langkah ini diambil agar Bandung Zoo memiliki masa depan yang berkelanjutan. Pengelolaan yang profesional diharapkan mampu membawa dampak positif bagi sektor pariwisata Kota Bandung tanpa meninggalkan akar budaya lokal yang telah ada sejak lama.











