Beranda / Daerah / Penanganan Sampah di Kota Bandung Mulai Berangsur Normal Pasca Lebaran

Penanganan Sampah di Kota Bandung Mulai Berangsur Normal Pasca Lebaran

HARIANJABAR.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mengonfirmasi bahwa aktivitas pengelolaan sampah di wilayah Kota Bandung mulai kembali normal pada H+2 Idulfitri 1447 Hijriah, Selasa (24/3/2026). Pemulihan ini terjadi seiring dengan dibukanya kembali akses pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti setelah sempat ditutup pada hari raya dan satu hari setelahnya.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq, menjelaskan bahwa operasional pengangkutan dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) serta pembersihan ruas jalan kini sudah dilakukan secara optimal. Sebelumnya, pengiriman terhenti karena jadwal libur operasional TPA Sarimukti yang jatuh pada hari Lebaran dan hari Minggu yang merupakan jadwal rutin tutup fasilitas tersebut.

“H+2 kemarin kita sudah mulai bisa mengirimkan kembali sampah ke Sarimukti. Alhamdulillah, penanganan di TPS-TPS dan di rute jalan sudah mulai berjalan lagi,” ujar Salman saat memberikan keterangan resmi.

Untuk mendukung kelancaran pembersihan, DLH mengerahkan kekuatan penuh sebanyak 1.025 personel yang terdiri dari petugas penyapu dan petugas angkutan. Armada yang diterjunkan meliputi 134 unit kendaraan, mulai dari truk, pikap, motor sampah, hingga alat berat dan road sweeper guna menyisir 71 titik pantau utama.

Optimalisasi Pengolahan Sampah dan Pembersihan Titik Liar

Fokus penanganan saat ini berada di kawasan pusat kota dan destinasi wisata yang mengalami lonjakan kunjungan, seperti kawasan Jalan Asia Afrika, Braga, Alun-alun, dan Gasibu. Salman menyebutkan bahwa meski kunjungan wisatawan masih sangat tinggi hingga malam hari, tim taktis terus berupaya mengendalikan situasi agar tumpukan sampah tidak meluber ke badan jalan.

Selain pengangkutan ke TPA, fasilitas pengolahan sampah mandiri seperti TPST Babakan Siliwangi dan Gedebage juga telah mulai beroperasi kembali untuk mengurangi beban pengiriman. Salman menambahkan bahwa pada H+3, pihaknya menargetkan tingkat kehadiran personel mencapai 85 persen guna menyisir titik-titik pembuangan sampah liar yang muncul selama masa libur Lebaran.

Berdasarkan data DLH, volume sampah pada malam takbiran tercatat mencapai 208 ton atau meningkat sekitar 2 persen dari tahun sebelumnya. Salman menekankan pentingnya pengendalian di tingkat TPS agar kondisi lalu lintas tidak terganggu oleh tumpukan sampah yang belum terangkut seluruhnya akibat keterbatasan kuota pengiriman.

“Memang belum seluruh TPS itu bersih, tetapi yang penting tidak meluber ke jalan dan tidak mengganggu lalu lintas. Kita kendalikan supaya tetap aman,” tutup Salman sekaligus menegaskan komitmen DLH untuk menjaga kebersihan Kota Bandung.

Tag: