HARIANJABAR.ID – Arus kendaraan wisatawan yang menuju kawasan wisata Lembang pada libur Lebaran 1447 Hijriah tercatat mengalami lonjakan signifikan mencapai 40 hingga 50 persen dibandingkan hari biasanya. Kasat Lantas Polres Cimahi, AKP Arviandre Maliki, mengonfirmasi bahwa mayoritas kendaraan yang memadati jalur tersebut berasal dari arah Bandung menuju destinasi wisata di Lembang pada Minggu, 22 Maret 2026.
Peningkatan volume kendaraan ini mulai terlihat jelas seiring dengan minat masyarakat domestik untuk menghabiskan waktu libur lebaran bersama keluarga di objek wisata. AKP Arviandre Maliki menjelaskan bahwa kondisi lalu lintas saat ini mulai didominasi oleh pelancong dari luar daerah.
“Dominasi kendaraan hari ini datang dari arah Bandung menuju Lembang,” ungkapnya saat memberikan keterangan terkait situasi terkini di lapangan. Selain berdampak pada kepadatan jalan raya, kenaikan jumlah pengunjung ini juga memicu pertumbuhan tingkat hunian hotel di sekitar area wisata favorit Jawa Barat tersebut.
Kepolisian mencatat bahwa dibandingkan dengan satu hari sebelumnya, persentase kendaraan yang memasuki kawasan Lembang naik sekitar 40 persen. Hal ini memaksa petugas untuk melakukan pengamanan ekstra guna mengatur kelancaran arus lalu lintas yang terus merayap sejak pagi hari.
Prediksi Puncak Arus Wisatawan di Kawasan Lembang
Meski keramaian sudah mulai terlihat, pihak Polres Cimahi memprediksi bahwa puncak kunjungan wisatawan ke Lembang baru akan terjadi pada Senin, 23 Maret 2026 atau H+2 Lebaran. Estimasi ini didasarkan pada pola kebiasaan masyarakat yang biasanya memprioritaskan agenda silaturahmi keluarga pada hari pertama perayaan Idulfitri.
Menurut AKP Arviandre, pergerakan masyarakat menuju tempat rekreasi akan jauh lebih masif setelah kewajiban beranjangsana selesai dilakukan. “Biasanya setelah silaturahmi, masyarakat baru berwisata. Jadi puncaknya diperkirakan mulai besok,” tambahnya menjelaskan proyeksi lonjakan pengunjung.
Guna mengantisipasi kemacetan yang lebih parah, aparat kepolisian telah menyiapkan berbagai skema pengaturan jalan, termasuk penerapan sistem satu arah atau one way sepenggal secara situasional. Masyarakat yang hendak bepergian ke arah Lembang diimbau untuk selalu waspada, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas yang berjaga demi kenyamanan dan keamanan berkendara selama musim libur panjang.











