HARIANJABAR.ID – Sebuah insiden longsoran sampah terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (8/3) dan mengakibatkan tiga orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Peristiwa nahas yang berlangsung di area Zona 4 tersebut menimpa sejumlah warga yang sedang beraktivitas di sekitar gunungan limbah.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, seperti dilansir CNN Indonesia mengonfirmasi bahwa seluruh korban tewas telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan. Berdasarkan identifikasi petugas, ketiga korban terdiri dari dua orang perempuan yang diketahui sebagai pemilik warung dan satu orang laki-laki yang berprofesi sebagai sopir truk.
Setelah proses evakuasi selesai, jenazah para korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Proses pemulangan jenazah dilakukan ke dua wilayah berbeda sesuai dengan domisili asal para korban.
“Dua orang dibawa pulang ke Banten dan 1 orang dibawa pulang ke Karawang,” ungkap Desiana dalam keterangan tertulisnya mengenai penanganan pasca-evakuasi.
Dampak Longsoran
Pihak berwenang saat ini masih terus melakukan penyisiran di lokasi kejadian karena dampak longsoran dinilai cukup luas. Desiana menyebutkan bahwa material sampah yang runtuh menimbun sejumlah fasilitas dan kendaraan yang berada di bawahnya.
Tim SAR gabungan masih bekerja di lapangan untuk memastikan apakah ada korban lain yang belum ditemukan serta menghitung total kerugian materiil akibat peristiwa ini. Situasi di lapangan masih cukup rawan mengingat banyaknya material yang menutupi area terdampak.
“Masih banyak kendaraan truk sampah yang tertimbun dan warung di lokasi area. Untuk sementara sedang dilakukan pendataan jumlah korban,” jelas Desiana menambahkan informasi terkait kondisi terkini di TPA Bantargebang.











