Beranda / Daerah / Dishub Kota Bandung Prediksi Kenaikan Volume Pemudik Lebaran Hingga 15 Persen

Dishub Kota Bandung Prediksi Kenaikan Volume Pemudik Lebaran Hingga 15 Persen

HARIANJABAR.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung memperkirakan volume masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran pada tahun 2026 mengalami lonjakan sekitar 10 hingga 15 persen. Prediksi ini disampaikan oleh Kepala Dishub Kota Bandung Rasdian Setiadi pada Senin 9 Maret 2026 setelah memantau tren peningkatan pergerakan penumpang di sejumlah titik transportasi umum.

Gejala awal kenaikan jumlah penumpang tersebut sudah mulai nampak secara terukur di kawasan Terminal Cicaheum apabila dibandingkan dengan aktivitas pada hari-hari biasa. Lonjakan ini diprediksi tidak hanya terjadi pada penggunaan armada angkutan umum, melainkan juga terlihat pada tren penggunaan kendaraan pribadi oleh warga yang bersiap pulang ke kampung halaman.

Merespons dinamika di lapangan tersebut, Rasdian memaparkan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan secara berkala. “Dari tren yang terlihat, terutama di kawasan Cicaheum, ada kenaikan pergerakan penumpang. Selain itu kendaraan pribadi juga diperkirakan meningkat,” ujar Rasdian.

Guna mencegah terjadinya penumpukan calon penumpang di terminal pada hari keberangkatan, pihak berwenang telah menyusun strategi mitigasi dengan mengalokasikan armada tambahan. Terdapat sedikitnya sepuluh unit bus cadangan yang telah disiagakan dan siap dioperasikan kapan saja jika bus reguler yang beroperasi sudah tidak mampu menampung jumlah permintaan saat puncak arus mudik berlangsung.

Langkah Antisipasi dan Penyediaan Transportasi Gratis

Selain mengandalkan armada bus cadangan, upaya kolaborasi juga dijalin dengan berbagai pihak penyedia layanan transportasi. Dishub Kota Bandung intens menjalin komunikasi dengan sejumlah Perusahaan Otobus (PO) swasta serta pihak DAMRI untuk menjamin ketersediaan kursi yang cukup bagi seluruh masyarakat. “Selain menyiapkan bus cadangan, kami juga sudah berkoordinasi dengan beberapa perusahaan otobus untuk mengantisipasi jika terjadi kekurangan armada,” tuturnya.

Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, pemerintah daerah juga merancang program layanan angkutan dalam kota tanpa biaya pada periode tertentu menjelang hari raya. Langkah ini diyakini mampu mempermudah pergerakan mobilitas masyarakat sekaligus menekan angka kemacetan di berbagai ruas jalan raya utama di Kota Bandung. “Program transportasi gratis ini akan memanfaatkan beberapa layanan angkutan massal yang telah beroperasi di Kota Bandung, seperti Trans Metro Bandung dan Teman Bus Bandung,” tandasnya.

Sumber : RRI

Tag: