Beranda / Nasional / Bandung Ditetapkan Menjadi Pusat Literasi Nasional

Bandung Ditetapkan Menjadi Pusat Literasi Nasional



HARIANJABAR.ID  –Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan komitmennya untuk memperkuat Kota Bandung sebagai pusat pengembangan literasi nasional. Keputusan ini didukung oleh keberadaan banyak perguruan tinggi ternama di kota tersebut yang kualitasnya telah diakui secara nasional.

Farhan menekankan pentingnya memanfaatkan ekosistem pendidikan tinggi yang sudah mapan di Bandung. Ia berpendapat bahwa kota ini memiliki potensi besar untuk menjadi pusat literasi, dengan banyaknya institusi pendidikan tinggi berkualitas sebagai modal utama. “Kota Bandung itu harus jadi kota tempat pengembangan literasi. Karena di kota ini berdiri banyak sekali lembaga pendidikan tinggi, dan rata-rata terbaik se-Indonesia. Artinya, kita sudah punya modal ekosistem yang sangat jadi, tinggal memastikan ekosistem ini tidak terbuang percuma,” ujar Farhan dalam forum BFC Talks di Perpustakaan Ajip Rosidi, Bandung, Jumat.

Ia menambahkan bahwa buku seharusnya tidak hanya dipandang sebagai sumber pengetahuan, tetapi juga memiliki fungsi sosial yang memberikan dampak langsung pada kehidupan masyarakat. Konsep ini dinilai relevan diterapkan di Bandung, mengingat tingkat stres masyarakat yang cukup tinggi.

Forum diskusi literasi ini juga dihadiri oleh Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, yang menyoroti kondisi literasi nasional yang dinilainya dalam situasi darurat, meskipun tingkat melek huruf masyarakat Indonesia tergolong tinggi.

Kondisi Literasi Nasional dan Peran Buku

Willy Aditya mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingkat literasi di Indonesia. “Yang paling tinggi dari literasi itu adalah berpikir kritis dan di situlah problem kita sekarang. Kita bisa lihat sendiri toko-toko buku banyak yang gulung tikar,” katanya. Ia menekankan bahwa literasi lebih dari sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan mencakup kemampuan mencerna informasi, membangun ekosistem perbukuan yang sehat, serta menumbuhkan daya pikir kritis.

Sumber : antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *